Saluran Irigasi Jebol, Warga Kampung Waraitama Kebanjiran

Hujan deras di Kabupaten Teluk Bintuni menyebabkan banjir di Kampung Waraitama SP.1. Saluran irigasi jebol, air mencapai 50 cm hingga 1 m di beberapa rumah. Permintaan bantuan kepada pemerintah belum direspons setelah satu bulan. Warga juga prihatin dengan tumpukan material yang mengganggu aliran air di jalur irigasi.
Hujan deras di Kabupaten Teluk Bintuni menyebabkan banjir di Kampung Waraitama SP.1. Saluran irigasi jebol, air mencapai 50 cm hingga 1 m di beberapa rumah. Permintaan bantuan kepada pemerintah belum direspons setelah satu bulan. Warga juga prihatin dengan tumpukan material yang mengganggu aliran air di jalur irigasi.

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Hujan deras beberapa hari terakhir di Kabupaten Teluk Bintuni menyebabkan rumah-rumah warga terendam banjir di Kampung Waraitama SP.1, Distrik Manimeri. Sabtu (13/4/2024)

Saluran irigasi jebol
Saluran irigasi jebol

Salah satu warga, Angi Setiawan, mengungkapkan akibat dari  hujan deras tersebut membuat saluran irigasi jebol, yang akhirnya menyebabkan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga lebih dari 1 meter di beberapa rumah,  Perabotan rumah pun mengalami kerusakan serius akibat masuknya air, ” sebut Angi , karena hujan kemarin, Jum’at (12/4/2024).

Angi menyebutkan, saluran irigasi yang jebol sepanjang 5–7 meter disebabkan oleh abrasi akibat curah hujan tinggi.

Warga berupaya menutupi saluran irigasi, akhirnya jebol juga.
Warga berupaya menutupi saluran irigasi, akhirnya jebol juga.

” Meskipun warga berusaha menahan irigasi dengan kayu dan karung berisi pasir, upaya mereka tidak berhasil,” ungkapnya.

Untuk itu, Angi meminta aparat kampung Waraitama segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dan dinas terkait untuk memperbaiki saluran irigasi yang sudah jebol selama satu bulan, namun belum ada tindakan yang dilakukan.

Sambung Angi, debit air yang deras membuat irigasi semakin jebol, dengan air berwarna cokelat pekat meluber ke permukiman warga hanya dalam waktu beberapa menit.

” Warga telah meminta tindakan dari pemerintah daerah agar irigasi dapat diperbaiki dan pengairan kembali normal,” ujar Angi.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti hasil pekerjaan jalan 2 jalur yang melewati jalur irigasi, di mana terdapat tumpukan material yang tidak di normalisasikan kembali oleh pihak kontraktor (PT. PARADISO PAKARINDO) , Pemerintah Daerah diminta untuk menindaklanjuti hal ini agar pengairan air melalui irigasi dapat lancar kembali, harapnya [HS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://mediaprorakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_2023-08-21-22-41-08-24_6bcd734b3b4b52977458a65c801426b0.jpg