Home / Berita / Manokwari

Sabtu, 12 Juli 2025 - 00:26 WIT

PLN Manokwari Tanam 1.000 Mangrove di Saubeba

Keterangan gambar: Asisten PLN Manokwari, Jumadi Hutapea.
Foto: JS/MPR.

Keterangan gambar: Asisten PLN Manokwari, Jumadi Hutapea. Foto: JS/MPR.

PLN dan ECODefender Tanam 1.000 Mangrove di Saubeba, Dorong Pelestarian dan Ekowisata Pesisir
PLN dan ECODefender Tanam 1.000 Mangrove di Saubeba, Dorong Pelestarian dan Ekowisata Pesisir

Manokwari | mediaprorakyat.com – Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Jumat (11/7/2025).

Aksi penghijauan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong potensi ekowisata berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Komunitas ECODefender Cabang Manokwari dan disponsori oleh PLN UP3 Manokwari melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kegiatan penanaman dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIT dan diikuti oleh sekitar 200 peserta, jumlah yang jauh melampaui target awal panitia yang hanya menyiapkan kuota untuk 87 orang.

Ketua panitia, Uria Nunaki, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara PLN dan komunitas pegiat lingkungan ECODefender, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, pemuda, tokoh kampung, dan pemerhati lingkungan lokal.

“Peserta yang awalnya kami targetkan hanya 87 orang, ternyata membeludak hingga 200 peserta. Ini membuktikan bahwa masyarakat sangat peduli terhadap lingkungan mereka,” ujar Uria.

Ia berharap pohon-pohon mangrove yang telah ditanam dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk kepentingan ekologis serta wisata alam yang berkelanjutan.

“Kalau ada mangrove yang mati, kami harap masyarakat bisa langsung menggantinya. Jika ada sampah yang tersangkut di akar mangrove, tolong dibersihkan. Peran masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Pembangkitan Listrik PLN UP3 Manokwari, Jumadi Hutapea, menyatakan bahwa keterlibatan PLN dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“PLN bukan hanya bergerak di bidang kelistrikan, tapi kami juga memiliki tanggung jawab sosial. Setiap kegiatan positif yang membawa manfaat akan kami dukung sesuai prosedur,” tegas Jumadi.

Ia menekankan bahwa ekosistem mangrove sangat penting bagi lingkungan, terutama sebagai habitat biota laut, penahan abrasi pantai, serta penyeimbang ekosistem pesisir.

Baca Juga  Petani Sidey Bersorak, Mesin Pemarut Sagu Tingkatkan Pendapatan hingga Rp5 Juta per Minggu

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap masyarakat Kampung Saubeba bisa terus menjaga hasil kerja kolektif ini,” pungkasnya.

Penanaman mangrove ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun kawasan pesisir yang lebih hijau dan produktif, baik secara ekologis maupun ekonomis.

[red/mpr/js]

Share :

Baca Juga

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Berita

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Fokus Penguatan SDM dan Advokasi Daerah
Kiri ke kanan: Pierangelo Abela (President Director Saipem Indonesia), Undani (Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua), Surya Widyantoro (Deputi Eksploitasi SKK Migas), Kathy Wu (bp Regional President Asia Pacific), Iskarsyah (Bupati Karimun), dan Alastair Anderson (bp VP Projects Asia Pacific)

Berita

Jacket Perdana Proyek Tangguh UCC Rampung, Siap Dikirim ke Papua Barat

Berita

Operasi Gabungan di Rutan Bintuni, Petugas Pastikan Lingkungan Bersih dari Barang Haram

Berita

Agustinus Pongtuluran Terima Amanah Pimpin AFK Teluk Bintuni 2026–2028

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Resmi Dilantik, Perkuat Peran Adat dan Martabat Masyarakat

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Gelar Pelantikan Pengurus dan Raker Periode 2026–2031

Berita

Yohanis Manibuy Resmi Pimpin MabiCab Pramuka Teluk Bintuni 2025–2030

Berita

Ketua LMA Sebyar Desak Realisasi DBH Migas dan DOB Setelah 17 Tahun Penantian