Ferdinand Mangalik : Kita Hanya Bantu, Juknis Untuk Mengawasi Penyaluran Beras Tidak Ada

Keterangan Gambar : Kadinsos Pemda Teluk Bintuni drg. Ferdinand Mangalik dan tumpukan beras Bansos Kemensos RI yang diduga diperjualbelikan (foto istimewa)

BINTUNI , Mediaprorakyat.com – Kepala Dinas Sosial kabupaten (Kadinsos) Pemerintah Daerah Teluk Bintuni drg. Ferdinand Mangalik membantah adanya tudingan melakukan pengawasan penuh terhadap penyaluran bantuan sosial dalam bentuk beras dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI)
bagi masyarakat yang terdampak akibat PPKM di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

Ferdinand Mangalik menjelaskan penyaluran beras bantuan dari Kemensos  RI itu, tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dalam hal ini Dinas Sosial. Menurut pemahaman Kepala Dinas Sosial Teluk Bintuni, di katakan melakukan pengawasan itu otomatis , namun petunjuk teknis (juknis) dari siapapun tidak ada.

” tapi karena ini program pemerintah dengan niat baik kita bantu dengan memfasilitasi gudang untuk digunakan sebagai tempat penampungan beras, kunci juga kita serahkan ke mereka , ” kata Ferdinand di Kampung Waraitama , Distrik Manimeri , Rabu (08/09/2021).

Dia menyebutkan secara tertulis tidak ada juknis untuk kami melakukan pengawasan penuh penyaluran beras bantuan Kemensos RI yang di percayakan kepada pihak Bulog tersebut.

” Program Kemensos ini dilaksanakan oleh Bulog, bekerja sama dengan pihak ketiga dan saya lihat perjanjiannya, ada di mereka. Kalau memang profesional apa salahnya di kasih ke kita, tapi ini tidak ada, ” tegas  Kadinsos.

Ferdinand menerangkan awalnya saya mendapat informasi dari pihak Bulog lewat telepon. Bulog menghubungi saya, ” pak kadin beras sudah dalam perjalanan. Bisa juga saya tidak kasih gudang tapi karena ini program pemerintah maka saya berikan, ” ujarnya.

Lanjutnya, dapat informasi beras Kemensos mau datang , saya cari tahu lalu saya telepon ke Bulog, kita kordinasi. Karena ada rasa tanggung jawab moral, ketika beras tiba , dinas sosial turut menyaksikan masuknya beras kedalam gudang.

” Saya utus pendamping untuk menyaksikan beras yang masuk ke dalam gudang sebanyak 59 ton. Itu dua kali drop, pertama tiba 4000,-an sak, terus yang kedua 1800 sak. Totalnya ada kurang lebih 59.000 sak , per sak ada 10 kg, ” jelas Ferdinand.

Dengan tersiarnya ada  oknum yang memperjualbelikan beras bantuan dari Kemensos RI, dan saat isi sedang di tangani Satreskrim Polres Teluk Bintuni. Untuk itu Ferdinand  menegaskan , ” pihaknya tidak ada sangkut pautnya dengan pihak Bulog, apalagi disebut sebagai pengawas penuh , itu tidak ada, ” tegasnya.

” Saya sudah laporkan ke Bapak Bupati , bahwa kami tidak di libatkan dalam pengawasan penyaluran beras itu dan
saya sudah siapakan berkas, SK nya pendamping dan daftar nama penerima untuk Distrik Kamundan dan Wariagar saya kasih, mungkin besok saya serahkan ke Polisi, ” kata Ferdinand kepada wartawan.

Tambahnya, terkait dengan kinerja Kepolisian untuk mengungkap dugaan kasus jual beli beras Kemensos RI ini , seperti yang di sampaikan oleh Bapak Bupati, kami sangat mendukung dan berharap kasus ini di usut sampai tuntas.

(Haiser Situmorang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *