Bintuni | Mediaprorakyat.com – Antusiasme masyarakat terhadap pendidikan dasar di SD Muhammadiyah Bintuni menunjukkan tren positif, meskipun dominasi siswa masih didominasi oleh anak-anak dari Suku Nusantara dibandingkan Anak Asli Papua (Tujuh Suku). Perbandingannya saat ini mencapai 60 banding 40.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Bintuni, Siti Rofikoh, menjelaskan bahwa pihak sekolah sejatinya berharap lebih banyak anak dari Tujuh Suku Papua dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang ia pimpin. Namun, ia menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan para orang tua.
“Sekolah ini terbuka bagi siapa saja, kami justru ingin lebih banyak anak dari Tujuh Suku belajar di sini. Tapi tentu kami tidak bisa memaksa, semua kembali ke pilihan orang tua masing-masing,” ujarnya kepada Mediaprorakyat.com saat ditemui di sekolah pada Minggu (1/6/2025).
SD Muhammadiyah Bintuni, yang memiliki NPSN 60403481, merupakan sekolah swasta yang berlokasi di Jl. Raya Bintuni, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni. Sejak tahun 2010 hingga kini, sekolah tersebut dipimpin oleh Siti Rofikoh, yang dikenal dengan prinsip pendidikannya: “Guru harus memanusiakan manusia.”
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam mendidik siswa. Bahkan, jika ada siswa yang tidak masuk tanpa keterangan, guru-guru langsung mengunjungi rumah siswa tersebut. “Kami datangi langsung orang tuanya dan tanyakan alasan anaknya tidak hadir. Ini bentuk kepedulian kami terhadap proses belajar anak-anak,” ungkap Bunda Siti, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Siti Rofikoh juga menyoroti potensi dan minat siswa, terutama anak-anak Papua, yang cenderung menyukai bidang olahraga dan seni. “Karena itu, kami aktifkan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan pramuka agar bakat mereka bisa tersalurkan dengan baik,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Kepala Sekolah yang dikenal dekat dengan murid dan orang tua ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendidik anak-anak.
“Orang tua harus terlibat aktif. Jangan lepas tangan. Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Bisa jadi mereka jadi Bupati, Camat, atau tokoh penting lainnya. Semua itu dimulai dari pendidikan dasar,” pesannya.
Ia pun berharap lulusan SD Muhammadiyah Bintuni nantinya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara.
[red/mpr/hs]