Home / Berita / Bisnis & Ekonomi / Hukum / Nasional / Papua Barat / Teluk Bintuni

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:31 WIT

Perdasus PI 10% Harus Memihak Teluk Bintuni, Bukan Sekadar Formalitas!

Sekretaris Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti, Muhamad Fahrul Mongay.

Sekretaris Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti, Muhamad Fahrul Mongay.

Manokwari , Mediaprorakyat.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat, melalui Dinas Pertambangan dan Energi, tengah menyusun Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) terkait pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10% dalam sektor minyak dan gas. Regulasi ini harus benar-benar menguntungkan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai daerah penghasil, bukan sekadar formalitas administratif.

Secara hukum, dasar kebijakan terkait PI 10% telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI 10% Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini mengamanatkan bahwa kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wajib menawarkan 10% sahamnya kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah penghasil.

Namun, dalam implementasinya, PI 10% yang ditawarkan kepada PT Padoma sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi Papua Barat harus mempertimbangkan kepentingan Teluk Bintuni. Kabupaten ini memiliki BUMD sendiri dan seharusnya mendapatkan porsi maksimal dari PI 10% untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Teluk Bintuni Harus Mendapat Porsi Lebih Besar

Sekretaris YLBH Sisar Matiti, Fahrul Mongay, menegaskan bahwa Pemprov Papua Barat dalam menyusun Perdasus ini tidak boleh hanya berperan sebagai pengatur teknis, tetapi harus memastikan bahwa daerah penghasil mendapatkan haknya secara penuh.

“Provinsi harus menciptakan transparansi mengenai lifting, cadangan migas, cost recovery, dan aspek lainnya. Yang terpenting, PI 10% jangan hanya menguntungkan pemerintah provinsi, tetapi harus lebih banyak diberikan kepada Teluk Bintuni sebagai daerah penghasil,” tegasnya.

Menurutnya, Pemprov harus berperan sebagai fasilitator dalam penerbitan perizinan serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kontrak kerja sama. Peran ini sangat penting mengingat eksplorasi dan produksi migas di Teluk Bintuni saat ini telah dilakukan oleh KKKS seperti BP Tangguh dan Genting Oil, dengan cadangan migas yang signifikan.

Skema Pembagian PI 10% yang Adil

Dalam rancangan yang berkembang, diharapkan pembagian PI 10% dapat dikelola dengan struktur yang lebih berpihak pada Teluk Bintuni. Fahrul Mongay menekankan bahwa skema idealnya adalah 9% dikelola oleh BUMD Teluk Bintuni, sementara 1% dikelola oleh BUMD provinsi melalui PT Padoma.

Sesuai Permen ESDM 37/2016, PI 10% yang dipegang oleh BUMD pada awalnya akan dibiayai oleh KKKS, dengan pengembalian yang dilakukan dari bagian hasil produksi migas tanpa dikenakan bunga. Ini menjadi peluang besar bagi Teluk Bintuni untuk meningkatkan kesejahteraan daerah tanpa harus terbebani investasi awal yang besar.

Peran Pemerintah dan Kejelasan Regulasi

Fahrul juga menyoroti bahwa dalam penyusunan Perdasus ini, Pemprov Papua Barat harus memastikan adanya klausul yang mengamankan kepentingan Teluk Bintuni secara eksplisit. Jangan sampai Perdasus hanya menjadi instrumen administratif yang justru merugikan daerah penghasil.

“Pemprov harus mempercepat penyelesaian regulasi ini dan memastikan tidak ada birokrasi yang menghambat hak daerah penghasil,” tambahnya.

Dengan rancangan aturan yang berpihak, PI 10% dapat menjadi instrumen yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Teluk Bintuni, menciptakan pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan perekonomian daerah dari sumber daya yang memang berasal dari wilayahnya sendiri.

 

Share :

Baca Juga

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Kuasa Hukum Yanto Idorway Minta Penyidik Telusuri Rangkaian Perjalanan dan Komunikasi Para Saksi
Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Tim Kuasa Hukum Minta Saksi Berkata Jujur untuk Ungkap Kematian Yanto Idoorway
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, drg. Alfons Manibuy, DESS, melakukan tendangan perdana sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Gawang Mini dan Bola Voli dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gaya Baru, RT 002/RW 004, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (7/8/2026). Turnamen yang digelar secara swadaya ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai ajang mempererat persaudaraan, semangat gotong royong, dan pembinaan atlet muda. (Istimewa)

Berita

Sambut HUT RI ke-81, Anggota DPR RI Buka Turnamen Olahraga di Teluk Bintuni
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, saat membuka secara resmi Pelatihan Aplikasi DAPODIK, Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD), serta Pelatihan Perencanaan dan Pelaporan Penggunaan Dana BOP Daerah dan BOS Pusat Tahun 2026 di Bintuni, Jumat (7/8/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel serta validitas data DAPODIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya visi Teluk Bintuni SERASI.

Berita

Henry Kapuangan: Dana BOS, BOP dan DAPODIK Jadi Kunci Wujudkan Teluk Bintuni SERASI
Foto bersama usai konferensi pers Masyarakat Adat Marga Esnam dan Marga Isbeined, Suku Moskona, bersama perwakilan Himpunan Pemuda Moskona (HIPMOS), Perkumpulan Panah Papua, akademisi, anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni setelah penyerahan dokumen usulan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Sekretariat HIPMOS, Kampung Lama, Bintuni, Jumat (7/8/2026). Foto: MPR/Haiser.

Berita

HIPMOS Kawal Pengakuan MHA Esnam-Isbeined
Keterangan gambar: Salah satu petugas SPPG Indayana Bintuni, menunjukkan kendaraan distribusi resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG Indayana Bintuni, Edha Sidabutar, S.Gz, menegaskan berbagai isu yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan penggunaan kendaraan distribusi untuk mengangkut sampah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Foto: Istimewa)

Berita

SPPG Indayana Bintuni: Isu di Medsos Tak Sesuai Fakta

Berita

Kodim 1806/Teluk Bintuni Terima Satu Unit Mobil Damkar dari Mabes TNI AD
Terduga pelaku berinisial SA (31) diamankan Tim URC Polres Teluk Bintuni di Mapolres Teluk Bintuni untuk menjalani proses penyidikan terkait dugaan pencurian uang tunai yang diduga berasal dari Dana Kampung Saengga. Wajah terduga disamarkan guna menghormati asas praduga tak bersalah. Dok. Polres Teluk Bintuni

Berita

Tim URC Polres Teluk Bintuni Ringkus Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Dana Kampung