Pembangunan Infrastruktur Moskona Dipuji, Papua Barat Diminta Dekati Masyarakat Lokal

Masyarakat Moskona menyambut pihak perusahaan PT Toddopuli Irian Jaya bersama tiga alat beratnya secara adat Suku Moskona pada tanggal 15 November 2023.(Dokumen: Mediaprorakyat.com)
Masyarakat Moskona menyambut pihak perusahaan PT Toddopuli Irian Jaya bersama tiga alat beratnya secara adat Suku Moskona pada tanggal 15 November 2023.(Dokumen: Mediaprorakyat.com)

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Wakil Kepala Suku Besar Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Simson Orocomna, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Teluk Bintuni atas selesainya pembangunan jalan penghubung di Distrik Masyeta.

Jalan ini menghubungkan beberapa kampung seperti Menarefa, Sumuy Lama, Sumuy Baru, Marisetim Lama, hingga ke Distrik Moskona Utara dan Moskona Timur.

Simson Orocomna, yang juga mantan Kepala Distrik Moskona Timur, mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat di kawasan tersebut harus menggunakan transportasi udara untuk menuju Ibukota Kabupaten.

Namun, dengan adanya pembangunan jalan yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Teluk Bintuni, masyarakat kini dapat menikmati akses darat yang lebih mudah dan terjangkau.

“Jalan itu sudah dibangun tembus dari Moskona Utara dan Moskona Timur seratus persen, masyarakat sudah bisa mengakses dengan mobil hilux, sudah tidak pakai pesawat perintis seperti dulu,” kata Simson Orocomna pada Sabtu (22/6/2024) kemarin kepada Tim Mediaprorakyat.com

Tokoh masyarakat Moskona itu menyapaikan bahwa Pembangunan jalan tersebut merupakan hasil dari usulan masyarakat saat Musrembang tingkat Distrik.

Untuk itu, Simson menyampaikan terima kasih kepada Bupati Teluk Bintuni dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Teluk Bintuni yang telah mendengar aspirasi masyarakat adat dan membuka akses jalan tersebut.

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas PU serta kontraktor yang bekerja menembus hutan, sehingga masyarakat kami dengan mudah dan biaya yang relatif terjangkau bisa ke kota untuk menjual hasil hutan,” ujarnya.

Meski begitu, Simson juga mengingatkan adanya kebutuhan untuk membangun jembatan penghubung di beberapa titik sungai yang belum terbangun.

“Sekarang yang jadi hambatan bila ke kota adalah jembatan kali Meyos, dan perlu adanya peningkatan jalan yang sudah dibuka. Pembangunan jembatan itu diperlukan karena mobil kerap melewati kali yang airnya cukup melimpah,” tambahnya.

Simson Orocomna juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk melanjutkan pembangunan jalan di lokasi yang pernah terjadi insiden terhadap pekerja jalan beberapa tahun lalu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan provinsi dari Sumuy hingga Moskona Utara harus dilanjutkan meskipun ada insiden penembakan pada akhir 2022 yang menewaskan empat pekerja proyek.

“Jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi itu dari Sumuy hingga Moskona Utara, karena jalan di Moskona Barat itu saat ada insiden penembakan yang hingga saat ini pembangunan jalan itu belum dilanjutkan sampai sekarang,” tegas Orocomna.

Ia mengusulkan agar Pemerintah Papua Barat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat untuk melanjutkan proyek yang tertunda tersebut guna mencegah terulangnya insiden serupa.

“Untuk melanjutkan pekerjaan jalan yang sudah terhenti sejak lama, pemerintah harus melakukan pendekatan dengan warga supaya tidak lagi terjadi peristiwa seperti kemarin,” pungkasnya. [Tim]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://mediaprorakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_2023-08-21-22-41-08-24_6bcd734b3b4b52977458a65c801426b0.jpg