Polisi Janji Ungkap Kasus Jatah Beras Guru Bintuni dalam Sebulan

Tampak anggota kepolisian Polres Teluk Bintuni melakukan pengamanan saat aksi unjuk rasa oleh ratusan guru di Kantor Pos Cabang Bintuni pada Jum'at (23/02/2024). (Foto: Haiser Situmorang)
Tampak anggota kepolisian Polres Teluk Bintuni melakukan pengamanan saat aksi unjuk rasa oleh ratusan guru di Kantor Pos Cabang Bintuni pada Jum'at (23/02/2024). (Foto: Haiser Situmorang)

” Penyelidikan Intensif Kasus Jatah Beras Guru di Bintuni: Kepolisian Janji Ungkapkan Hasil dalam Satu Bulan. “

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Masalah jatah beras bagi para guru di Bintuni telah mencapai tahap penyelidikan intensif, demikian disampaikan oleh Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Chairuddin Wachid, melalui Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun. Minggu (25/02/2024)

Menurut penuturan Tomi Marbun kepada wartawan melalui telepon, kejadian pemalangan yang terjadi di Kantor Pos Indonesia Cabang Bintuni beberapa hari lalu merupakan respons dari kekecewaan para guru di Kabupaten Teluk Bintuni terhadap belum diterimanya jatah beras mereka sejak bulan Juli 2023.

Tomi Marbun menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi dengan pihak terkait untuk mengungkap penyebab peristiwa ini.

Pada saat yang sama, ia juga memberikan himbauan kepada para guru untuk mempercayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian.

” Saya menghimbau kepada rekan-rekan guru agar memberikan kepercayaan atas perkara tersebut kepada pihak kepolisian dan kami akan selidiki sampai tuntas. ” ujar Tomi Marbun.

Satuan Reskrim Polres Teluk Bintuni telah melakukan penelusuran dokumen dan telah memanggil beberapa pihak untuk diklarifikasi, termasuk pihak transportir.

” Yang pertama kami lakukan penelusuran dokumen dulu , serta kami telah memanggil beberapa pihak untuk diklarifikasi , selanjutnya akan ada beberapa saksi -saksi dari pihak guru maupun dari pihak dinas.” Sebut Tomi Marbun.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa proses penyelidikan ini akan dilakukan secara transparan, dan ia berjanji untuk mengungkapkan hasilnya dalam waktu kurang lebih satu bulan.

” Saya janji dalam waktu kurang lebih satu bulan, perkara ini akan kita ungkap, ” tegas Marbun.

Kasat Reskrim menambahkan, dari keterangan pihak PT PosĀ  Indonesia Manokwari, diketahui bahwa perusahaan transportir yang terlibat adalah PT YASA, dengan jatah beras guru berasal dari PERUM BULOG Manokwari.

Sebelumnya, pada hari Jum’at (23/02/2024) kemarin, ratusan guru melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pos Cabang Bintuni sebagai bentuk penegasan terhadap hak mereka atas jatah beras yang belum diterima. [HS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://mediaprorakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_2023-08-21-22-41-08-24_6bcd734b3b4b52977458a65c801426b0.jpg