Keterangan Gambar : Wakil Ketua PMI Kabupaten Teluk Bintuni Haris Tahir Kaitam menyematkan tanda pengenal kepada peserta pelatihan, Selasa (18/10/2022)
BINTUNI ,Mediaprorakyat.com – Palang Merah Indonesia Kabupaten Teluk Bintuni lakukan Pelatihan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis masyarakat (SBM), Program kesiapsiagaan polio Palang Merah Indonesia (PMI), Selasa (18/10/2022) di Bintuni.
Kegiatan di buka langsung oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop, SH sebagai Ketua PMI Kabupaten Teluk Bintuni yang di wakili oleh Wakil Ketua PMI , Haris Tahir Kaitam M.Si,
Dalam Sambutan Ketua PMI Kabupaten Teluk Bintuni mengatakan, program kesiapsiagaan polio yang telah dilaksanakan sejak bulan september 2021 dan akan berakhir di bulan maret 2023 di harapkan dapat mencapai target. Terutama pelaksanaan imunisasi polio di 4 daerah sasaran yaitu Desa Korano Jaya Distrik Manimeri, Desa Banjar Ausoy Distrik Manimeri, Desa Asouw Distrik Bintuni dan Desa Sibena raya satu dan dua Distrik Tuhiba.
Dengan harapan anak usia 0- 3 tahun mendapat di imunisasi secara lengkap, yang dalam prosesnya melibatkan relawan markas sebanyak 15 orang serta 20 relawan desa dan 5 komite Desa di 4 Desa, dengan jumlah relawan desa sebanyak 100 orang.
Haris mengatakan, Pada tahapan awal hingga pelaksanaanya, PMI pusat telah mempersiapkan progres yang harus dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Teluk Bintuni, baik dalam peningkatan kapasitas sumberdaya staf dan relawan maupun nantinya melibatkan masyarakat di daerah program.
Sedangkan untuk mendukung peran PMI dalam program kesiapsiagaan polio dimulai dari koordinasi ke dinas kesehatan, Puskesmas, pengambilan data di lapangan, dan Bimtek kepada relawan markas staf relawan desa, serta penugasan relawan hingga monitoring evaluasi dan pelaporan telah dilaksanakan. Namun masih ada kendala sehingga dibutuhkan bimbingan dan arahan dari PMI Provinsi dan Pusat.
” Selain program imunisasi polio banyak program yang dapat dilakukan di Kabupaten Teluk Bintuni, salah satunya adalah Program Stunting pada bayi dan anak, serta kejadian sosial kesehatan di beberapa desa di Kabupaten Teluk Bintuni, dan diharapkan ada program lain yang dilaksanakan bukan hanya program Kesehatan saja namun juga ada program yang langsung di rasakan oleh masyarakat, seperti Water and Sanitation (Watsan), ” Ujarnya.

Pada kesempatan itu Kordinator Nasional Kesiapsiagaan Polio PMI Pusat, Putranto Cahyo Nugroho mengatakatan, dalam kegiatan tersebut lebih di fokuskan terhadap cara pencegahan.
” Kita fokuskan cara pencegahan dengan di lakukan imunisasi, serta melakukan survailens dalam Program Polio, ” Ujarnya.
Program tersebut dilaksnakan sejak bulan september 2021 dan akan berakhir pada bulan maret 2023, dengan jangka waktu yang cukup relawan dapat menyasar kepada warga yang belum imunisasi lengkap. Serta jangkauan imunisasi polio tersebut lebih luas.
Pria asal Yogyakarta itu juga menambahkan kegiatan selain di dukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) , juga di dukung oleh
USAID Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (bahasa Inggris: United States Agency for International Development, disingkat USAID dan IFRC , Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, tandas Putranto Cahyo Nugroho.
Menurut Kordinator Program Polio Provinsi Papua Barat, Heru Slamet Riyadi Paiman mengatakan, tugas dan peran PMI dalam program kesiapsiagaan polio tersebut, adalah sebagai pengerak, memobilisasi atau pemberian edukasi terhadap masyarakat.
” Saya mengingatkan kembali tugas dan peran PMI dalam program kesiapsiagaan polio adalah, sebagai penggerak atau mobilisasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat, dalam program imunisasi polio. Baik bagi kordinator maupun relawan dalam menyiapkan program di lapangan untuk mengikuti kegiatan Bimtek pelatihan kejadian luar biasa (KLB). Dan Surveilens berbasis masyarakat (SBM) pada program kesiapsiagaan polio, ” Ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua PMI Kabupaten Teluk Bintuni Haris Tahir Kaitam M.Si, Kordinator Program Polio PMI Pusat Putranto Cahyo Nugroho, I. Nyoman Sukawirma, dan Niken Fidiasty beserta Kordinator Program Polio PMI Papua Barat Heru Slamet Riyadi Paiman Slamet. mpr-01