Home / Berita

Selasa, 9 Agustus 2022 - 16:03 WIT

Saat Kajari Ngopi Bareng PWI Teluk Bintuni, Jaksa Ungkap Kasus Korupsi Hingga Pencabulan

Foto bersama Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Kepala Seksi dan PWI Teluk Bintuni.

BINTUNI, Mediaprorakyat.com – Perdana sejak kepemimpinan Johny Artinus Zebua di Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni , dia mengajak awak media yang bergabung di Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni untuk ngopi Bareng, Selasa (9/8/2022) di Kantor Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Teluk Bintuni Didampingi oleh Kajari yang didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Yusran Ali Baadila, Kasi Pidana Khusus Ramli Amana, Kasi Pidana Umum Boston Siahaan, Kasi Barang Bukti Asep Ridha Subekti serta Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Habibie Anwar.

Sedangkan dari PWI Teluk Bintuni dihadiri oleh Ketua Fideles Wiran , Sekretaris Muhammad Muris dan anggota.

Saat kegiatan ngopi bareng tersebut Johny Artinus Zebua mengungkap sejumlah perkara korupsi dan pidana umum yang sedang ditangani maupun yang sudah diselesaikan proses hukumnya oleh jaksa.
Keterangan ini disampaikan Kajari.

Pada kesempatan itu Kajari menjelaskan, perkara dugaan korupsi yang cukup menarik perhatian jaksa adalah pembangunan Pasar Rakyat di Distrik Babo.
Pasar yang dibangun dengan duit APBD pada Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2018 ini, diduga merugikan Negara hingga Rp 3 miliar lebih.

Sejak dikeluarkan Surat Perintah Penyelidikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Nomor : PRINT-01/R.2.13.Fd.1/04/2021 tertanggal 29 April 2021, jaksa penyidik sudah menetapkan empat orang tersangka dalam perkara ini.

“Kenapa ini menarik perhatian kami? Karena kerugian yang ditimbulkan dalam perkara ini lumayan besar. Sudah ada empat orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, dan harapan kami perkara Pasar Babo dalam tahun ini bisa kami bawa ke tahap persidangan,” kata Kajari melalui Kasi Pidsus Ramli Amana.

Dijelaskan oleh Ramli , Perkara dugaan korupsi lain yang saat ini sedang tahap penyelidikan Jaksa Pidsus adalah proyek pengadaan mobil tangki air pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Teluk Bintuni.

Baca Juga  Kukis Sagu Kampung Yakati Jadi Pionir Ekonomi Lokal di Teluk Bintuni

Menurut Ramli , Sudah 11 orang saksi diperiksa dalam perkara ini, termasuk 4 orang dari BPBD dan pihak ketiga sebagai penyedia jasa unit kendaraan. Dari keterangan para saksi ini, penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menaikkan status penanganannya ke tahap penyidikan.

“Jadi kami rasa dengan beberapa orang yang kami panggul untuk dimintai keterangan, kami hubungkan dengan dokumen yang ada untuk menjadi dasar kami menaikkan status perkara ini menjadi penyidikan,” tukas Ramli.

Sambungnya, sumber dana pengadaan mobil tangki ini sejatinya satu paket dengan pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), yang diduga juga terdapat praktik manipulasi. Namun disampaikan Ramli, pihaknya masih fokus pada pengadaan mobil tangki air.

Selain perkara Pidana Khusus, dalam kesempatan ngopi bareng wartawan ini Kajari juga menyampaikan perkembangan penanganan perkara Pidana Umum selama semester I/2022. Melalui Kasi Pidum Boston Siahaan disampaikan, jumlah perkara yang ditangani jaksa sebanyak 37 kasus, dengan 29 kasus merupakan perkara pencabulan dan pencurian.

Mirisnya, dari perkara pencabulan dan pencurian yang cukup dominan sejak awal tahun ini, pelakunya rata-rata anak dibawah umur. Begitu juga untuk korban pencabulan, usianya masih belum genap 17 tahun dengan tersangka bapak kandung maupun bapak tiri.

Yang menjadi problem dalam penanganan perkara ini, 24 dari 29 perkara yang sudah selesai penuntutan oleh jaksa, vonis hukuman yang dijatuhkan majelis hakim adalah Vonis Titip di Panti Asuhan maupun Pondok Pesantren.

“Ketika kita mau menitipkan pelaku yang masih dibawah umur ke panti atau pondok pesantren, terjadi penolakan dari pengelola. Ini yang perlu kami koordinasikan lagi dengan pemerintah daerah dalam hal ini OPD terkait, untuk mencari jalan keluarnya.” kata Boston Siahaan. (mpr-01)

Baca Juga  BPS dan FGD "FINAL" Susun Publikasi

Share :

Baca Juga

Keterangan foto: Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Teluk Bintuni, mengenakan mahkota khas Papua, berfoto bersama jajaran pengurus Pakuwojo Teluk Bintuni dalam perayaan HUT ke-14 Pakuwojo.

Berita

Pesan Dewan Adat Papua: Jaga Persatuan dan Kebersamaan di HUT ke-14 Pakuwojo Teluk Bintuni
Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Berita

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Fokus Penguatan SDM dan Advokasi Daerah
Kiri ke kanan: Pierangelo Abela (President Director Saipem Indonesia), Undani (Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua), Surya Widyantoro (Deputi Eksploitasi SKK Migas), Kathy Wu (bp Regional President Asia Pacific), Iskarsyah (Bupati Karimun), dan Alastair Anderson (bp VP Projects Asia Pacific)

Berita

Jacket Perdana Proyek Tangguh UCC Rampung, Siap Dikirim ke Papua Barat

Berita

Operasi Gabungan di Rutan Bintuni, Petugas Pastikan Lingkungan Bersih dari Barang Haram

Berita

Agustinus Pongtuluran Terima Amanah Pimpin AFK Teluk Bintuni 2026–2028

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Resmi Dilantik, Perkuat Peran Adat dan Martabat Masyarakat

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Gelar Pelantikan Pengurus dan Raker Periode 2026–2031

Berita

Yohanis Manibuy Resmi Pimpin MabiCab Pramuka Teluk Bintuni 2025–2030