Home / Berita / Teluk Bintuni

Selasa, 8 September 2026 - 15:58 WIT

Pemadaman Listrik Sebyar Disorot, Voice Note Warga Viral Pertanyakan Pasokan BBM

Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kembali memicu keluhan masyarakat. Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah sebuah rekaman suara atau voice note beredar dan viral di sejumlah grup WhatsApp masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni.

Keluhan warga tersebut berkaitan dengan kondisi listrik di Distrik Sebyar yang disebut sering menyala dan mati. Masyarakat mempertanyakan penyebab gangguan listrik, termasuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional mesin pembangkit listrik di wilayah tersebut.

Sebuah voice note yang disebut beredar melalui akun atau dibagikan oleh Arnol Hindom memuat keluhan masyarakat terkait kondisi pemadaman listrik tersebut. Dalam rekaman suara itu, warga meminta agar pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan dan distribusi BBM segera memberikan penjelasan.

“Ada yang kenal Pak Agus kontraktor BBM ini keknya de tra jelas ini, tolong untuk cari tahu dia dulu. Lampu di kitong punya distrik ini menyala mati, baru hubungi dia juga susah sekali karena dia kasi mati HP, jadi yang bisa hubungi dia ini masyarakat ada tunggu karena lampu mati,” demikian isi voice note yang beredar di salah satu grup WhatsApp, Jumat (4/9/2026).

Rekaman suara tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Warga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan BBM solar untuk operasional mesin pembangkit listrik di Distrik Sebyar.

Namun demikian, informasi yang beredar melalui voice note tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait. Mediaprorakyat.com masih menunggu penjelasan dari pihak kontraktor yang disebut dalam rekaman suara, UPT Kelistrikan, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Teluk Bintuni.

Persoalan ketersediaan BBM untuk operasional listrik di wilayah distrik disebut bukan kali pertama menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Teluk Bintuni sebelumnya juga dilaporkan menghadapi persoalan serupa, terutama terkait pasokan solar untuk mengoperasikan mesin pembangkit listrik.

Beberapa waktu lalu, masyarakat di wilayah pegunungan Moskona juga dilaporkan mengalami gangguan pelayanan listrik yang dikaitkan dengan keterbatasan pasokan BBM. Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sistem distribusi dan pengawasan pasokan energi bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Listrik Menyangkut Pelayanan Dasar Masyarakat

Persoalan pemadaman listrik menjadi perhatian serius karena listrik merupakan bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat. Ketersediaan listrik berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan pemerintahan, pendidikan, komunikasi, pelayanan kesehatan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat di kampung-kampung.

Ketika mesin pembangkit berhenti beroperasi akibat keterbatasan BBM, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Sorotan masyarakat juga mengarah pada pengelolaan anggaran operasional kelistrikan daerah. Informasi mengenai besaran anggaran dan kebutuhan BBM untuk operasional pembangkit di distrik-distrik perlu dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sejumlah pertanyaan kemudian muncul, di antaranya berapa anggaran yang dialokasikan untuk operasional kelistrikan dan penyediaan BBM, berapa kebutuhan solar di setiap distrik, siapa pihak penyedia atau kontraktor, serta bagaimana mekanisme distribusi dan pengawasan pasokan BBM hingga ke wilayah terpencil.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kelistrikan di distrik-distrik terpencil.

Evaluasi tersebut mencakup proses pengadaan BBM, pihak penyedia, mekanisme distribusi, kebutuhan bahan bakar, hingga sistem pengawasan di lapangan.

Jika terdapat keterlambatan distribusi akibat kendala transportasi atau kondisi geografis, pemerintah perlu menjelaskan penyebab dan langkah penanganannya kepada masyarakat. Namun, apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan dan distribusi BBM, maka pihak yang bertanggung jawab perlu dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Publik Menunggu Klarifikasi

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor bernama Agus yang disebut dalam voice note tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait pemadaman listrik di Distrik Sebyar, ketersediaan BBM solar, maupun informasi mengenai mekanisme penyediaan dan distribusi BBM.

Demikian pula, Mediaprorakyat.com masih menunggu penjelasan resmi dari pihak UPT Kelistrikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Teluk Bintuni terkait persoalan tersebut.

Masyarakat kini menunggu jawaban atas persoalan yang terjadi: apa penyebab pemadaman listrik di Sebyar, bagaimana kondisi pasokan BBM solar, siapa yang bertanggung jawab terhadap distribusinya, dan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah untuk memastikan listrik kembali stabil?

Mediaprorakyat.com membuka ruang hak jawab dan menunggu konfirmasi dari seluruh pihak terkait untuk melengkapi serta menyeimbangkan pemberitaan ini. [tim/hs]

Share :

Baca Juga

Berita

EMBUN Konsolidasi Kaum Muda Lanny Jaya, Dorong Perda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Berita

Kaum Muda Lanny Jaya Konsolidasi, Dorong Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Berita

PMKRI Cabang Jayawijaya Tutup MPAB dan MABIM, 53 Peserta Dinyatakan Lulus
Keterangan gambar: Pasien Christina Isabella saat menjalani perawatan di RSUD H. Amri Tambunan, Lubuk Pakam. Ia mengaku dirawat selama beberapa hari dan mempertanyakan pelayanan visite dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP). Wajah pasien disamarkan untuk menjaga privasi. Foto: Istimewa.

Berita

Pasien Mengaku Dirawat Beberapa Hari Tanpa Visite DPJP, MOSI TV NEWS Minta Klarifikasi RSUD H. Amri Tambunan

Berita

Harhubnas ke-55, Yasman Yasir Dorong Peningkatan Konektivitas Transportasi di Teluk Bintuni

Berita

Lahan Kosong Dekat Pemukiman Warga Terbakar, Tim Karhutla Polres Teluk Bintuni Bergerak Cepat

Berita

Staf Khusus Menteri Masuk Rutan Kelas IIB Bintuni

Berita

Panen Sawi Bersama Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Rutan Bintuni