Bintuni, Mediaprorakyat.com – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 HIMPAUDI Tahun 2026 di Gedung Women and Child Center (WCC), Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (31/8/2026).
Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI tahun ini mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD.” Tema tersebut menjadi semangat bersama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dalam memperjuangkan pengakuan, kesetaraan, serta peningkatan kualitas pendidikan PAUD.
Ketua HIMPAUDI Kabupaten Teluk Bintuni, Blandina Ester Arsai, S.Pd., Gr., mengatakan usia 21 tahun menjadi momentum bagi HIMPAUDI untuk terus memperkuat pengabdian dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, perjalanan HIMPAUDI selama lebih dari dua dekade bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan telah dilalui para pendidik dengan satu tujuan, yakni memberikan fondasi pendidikan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Organisasi tercinta kita HIMPAUDI telah berusia 21 tahun. Ini merupakan usia yang matang bagi sebuah wadah perjuangan dalam mengabdi kepada anak negeri. Perjalanan selama dua dekade lebih tentu bukan jalan yang mudah. Berbagai tantangan telah kita lalui bersama demi satu tujuan yang mulia, yaitu memberikan fondasi pendidikan terbaik bagi anak usia dini,” ujarnya.
Blandina menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni serta seluruh mitra strategis yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program HIMPAUDI.
Ia juga mengajak seluruh pendidik PAUD untuk tetap kuat, ikhlas dan penuh semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak-anak.
“Kepada seluruh pendidik PAUD di Teluk Bintuni, tetaplah kuat dan tetaplah ikhlas mendidik dengan hati. Mari kita jadikan usia ke-21 HIMPAUDI ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi dan terus berjuang bersama,” katanya.
Blandina menambahkan, tema HUT tahun ini mencerminkan harapan besar para pendidik PAUD, khususnya tenaga pendidik PAUD nonformal, agar pengabdian dan perjuangan mereka memperoleh perhatian, kesetaraan hak serta pengakuan profesi yang layak.
Menurutnya, dedikasi pendidik PAUD di berbagai wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, mulai dari Distrik Bintuni, Manimeri, Tuhiba dan Tembuni hingga wilayah pesisir dan pedalaman, merupakan bukti nyata komitmen membangun generasi masa depan.
“Pendidik PAUD adalah pelita yang menyalakan asa masa depan anak-anak kita. Mereka adalah generasi emas dan penerus bangsa di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.IP., S.Pd., MM., menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia.
Menurut Henry, apa yang ditanamkan kepada anak pada usia dini akan menjadi dasar bagi perkembangan karakter, kemampuan berpikir, kreativitas, kemandirian serta kecerdasan sosial anak pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Pendidikan anak usia dini ini menjadi dasar dan pondasi untuk menuju ke jenjang pendidikan berikutnya. Ketika kita salah membentuk karakter dan pondasinya salah, maka ke depan juga pasti akan salah,” tegas Henry.
Ia menekankan bahwa tugas guru PAUD tidak sebatas mengajarkan anak mengenal warna, huruf dan angka. Para pendidik juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Di tangan Bapak dan Ibu guru, anak-anak belajar mengenal kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, keberanian, kejujuran dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Henry memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan PAUD di Kabupaten Teluk Bintuni, termasuk mereka yang bertugas di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan pendidikan di Teluk Bintuni, seperti kondisi geografis, keterbatasan akses, sarana dan prasarana pendidikan serta distribusi tenaga pendidik.
Namun, ia optimistis berbagai persoalan tersebut dapat diatasi melalui sinergi antara pemerintah daerah, HIMPAUDI, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Henry juga mengingatkan agar peringatan HUT HIMPAUDI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana evaluasi dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, kata dia, antara lain peningkatan kompetensi guru PAUD, penguatan pendidikan karakter, kolaborasi dengan orang tua serta peningkatan kualitas layanan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan.
“Pendidikan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan atau guru-guru. Ini adalah kolaborasi dan sinergitas yang harus kita bangun. Masyarakat dan orang tua harus turut mengambil bagian dalam menyukseskan pendidikan anak usia dini,” katanya.
Siapkan PAUD Holistik Integratif 2027
Lebih lanjut, Henry mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni tengah mempersiapkan penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah akan membentuk gugus tugas yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan sektor terkait.
Menurut Henry, PAUD tidak dapat ditangani hanya oleh Dinas Pendidikan karena tumbuh kembang anak membutuhkan pendekatan lintas sektor.
“PAUD tidak bisa hanya dikerjakan oleh Dinas Pendidikan. Kita akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Bappedalitbangda dan seluruh pihak terkait. Kita akan membentuk gugus tugas,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah akan memperhatikan tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, gizi, lingkungan belajar hingga perlindungan anak.
Henry menyebutkan, rancangan Peraturan Bupati terkait program tersebut telah disampaikan kepada Bupati Teluk Bintuni dan diharapkan dapat segera direalisasikan.
Tekankan Pentingnya Validasi Data Pendidikan
Selain peningkatan kualitas layanan PAUD, Henry juga menekankan pentingnya validasi dan pemutakhiran data pendidikan.
Ia meminta seluruh kepala satuan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan memastikan data dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tercatat secara akurat.
Menurutnya, data yang tidak valid dapat berdampak terhadap perencanaan, penganggaran serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah, termasuk Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
“Data ini menjadi sangat penting. Penyaluran BOSP, BOP dan berbagai program pemerintah semuanya berbasis data Dapodik. Kalau data tidak direncanakan dan diverifikasi dengan baik, maka kita sendiri yang akan dirugikan,” tegasnya.
Henry mengungkapkan, ketika dirinya mulai menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 9.000 data siswa yang belum valid atau belum tercatat dengan baik dalam sistem. Melalui proses verifikasi dan validasi yang terus dilakukan, jumlah tersebut kini telah berkurang secara signifikan.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Dalam satu tahun kita mengejar hampir 9.000 data siswa yang tidak valid. Hari ini jumlahnya sudah jauh berkurang, dan ini terus kita kejar,” ungkapnya.
Menurut Henry, validitas data pendidikan menjadi salah satu faktor penting agar Kabupaten Teluk Bintuni tidak kehilangan peluang memperoleh dukungan anggaran maupun berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat.
Ia pun mengajak HIMPAUDI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun komunikasi dan menyampaikan berbagai kebutuhan serta persoalan pendidikan di lapangan secara konstruktif.
“Kepada seluruh guru PAUD, jangan pernah merasa bahwa apa yang Bapak dan Ibu lakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap senyum yang diberikan kepada anak, setiap pengetahuan yang diajarkan, setiap karakter yang dibentuk dan setiap kesabaran dalam mendampingi mereka adalah bagian dari investasi besar untuk masa depan Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.
Henry menegaskan, anak-anak yang saat ini memperoleh pendidikan di jenjang PAUD merupakan generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah.
“Hari ini kita mendidik anak-anak PAUD, tetapi sesungguhnya kita sedang mempersiapkan pemimpin Teluk Bintuni di masa depan,” katanya.
Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Teluk Bintuni diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, profesionalisme dan komitmen seluruh pendidik dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Dengan semangat kebersamaan, HIMPAUDI Teluk Bintuni diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan serta pengakuan dan kesetaraan bagi para guru PAUD.
Dirgahayu ke-21 HIMPAUDI. Jayalah Guru PAUD, wujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. [tim/hs]








