Home / Berita / Polres Teluk Bintuni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:40 WIT

3.000 Karung Beras SPHP Digelontorkan Polres Teluk Bintuni, Kapolres Tegas: Jangan Diperjualbelikan!

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar bersama jajaran Polres Teluk Bintuni saat menyalurkan beras SPHP melalui operasi pangan murah kepada masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (24/8/2026). Pada tahap kedua, sebanyak 15 ton atau 3.000 karung beras SPHP disiapkan untuk disalurkan dengan harga Rp67.000 per karung berukuran 5 kilogram. (Foto: Istimewa)

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar bersama jajaran Polres Teluk Bintuni saat menyalurkan beras SPHP melalui operasi pangan murah kepada masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (24/8/2026). Pada tahap kedua, sebanyak 15 ton atau 3.000 karung beras SPHP disiapkan untuk disalurkan dengan harga Rp67.000 per karung berukuran 5 kilogram. (Foto: Istimewa)

Bintuni, Mediaprorakyat.com — Kepolisian Resor (Polres) Teluk Bintuni kembali menggelar operasi pangan murah dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat, Senin (24/8/2026).

Pada tahap kedua program tersebut, Polres Teluk Bintuni menyiapkan sebanyak 15 ton atau 3.000 karung beras SPHP berukuran 5 kilogram. Beras tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga Rp67.000 per karung.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Binmas IPTU Reinelda Simanjuntak, S.H., selaku koordinator kegiatan, mengatakan penyaluran beras SPHP merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ya, benar. Polres Teluk Bintuni melaksanakan kegiatan pangan murah berupa penyaluran beras SPHP dengan harga Rp67.000 per karung dengan ukuran 5 kilogram,” ujar IPTU Reinelda Simanjuntak.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada Juli 2026. Pada tahap pertama, Polres Teluk Bintuni menyalurkan sebanyak 6 ton beras SPHP kepada masyarakat.

Sementara pada tahap kedua bulan Agustus 2026, sebanyak 15 ton atau 3.000 karung disiapkan untuk disalurkan. Dari jumlah tersebut, 9 ton atau 1.800 karung dialokasikan untuk masyarakat di wilayah Kota Bintuni, sedangkan 6 ton atau 1.200 karung diperuntukkan bagi masyarakat di Distrik Tofoi.

“Untuk tahap kedua bulan Agustus ini kami salurkan 15 ton atau 3.000 sak. Sebanyak 9 ton atau 1.800 sak untuk dalam kota Bintuni dan 6 ton atau 1.200 sak untuk wilayah Distrik Tofoi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan Senin, penyaluran dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kota Bintuni, yakni Kompleks Nelayan, Kompleks Tahiti, Kampung Wesiri Kilometer 4, serta Kampung Bumisaniari SP3.

Dari kegiatan tersebut, sebanyak 357 karung beras SPHP berhasil disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, stok yang masih tersedia di gudang Polres Teluk Bintuni tercatat sebanyak 376 karung.

“Untuk penyaluran hari ini, sebanyak 357 karung beras SPHP telah disalurkan kepada masyarakat. Sementara stok yang masih tersedia di gudang sebanyak 376 karung,” kata Reinelda.

Salah satu warga Tahiti, Nasrun, mengapresiasi operasi pangan murah yang dilaksanakan Polres Teluk Bintuni. Menurutnya, harga beras yang terjangkau sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Penjualan beras murah ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres Teluk Bintuni yang telah melaksanakan kegiatan ini karena dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Nasrun berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Teluk Bintuni melalui Kasi Humas IPTU Luthfi Hakim Iha, S.H., menegaskan bahwa operasi pangan murah tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Menurut Luthfi, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Polres Teluk Bintuni, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Namun, Kapolres memberikan penekanan agar beras SPHP yang telah diterima masyarakat digunakan untuk kebutuhan sendiri dan tidak diperjualbelikan kembali.

“Pesan Bapak Kapolres, kalau untuk kebutuhan masyarakat silakan diambil sesuai dengan harga yang sudah disampaikan. Tidak boleh diperjualbelikan,” tegas IPTU Luthfi Iha.

Polres Teluk Bintuni berharap penyaluran beras SPHP tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah masyarakat. [hs]

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Petugas Lindes Tomu saat mengisi BBM jenis solar ke dalam genset untuk kebutuhan operasional listrik desa. (Istimewa)

Berita

Agus Yusufi Klarifikasi Distribusi BBM untuk Lindes Tomu dan Sebyar
Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Berita

Pemadaman Listrik Sebyar Disorot, Voice Note Warga Viral Pertanyakan Pasokan BBM

Berita

HUT ke-21 HIMPAUDI Teluk Bintuni, Kadis Dikbudpora: PAUD Fondasi Generasi Masa Depan

Berita

Sambut Satgas Yonif 147 di Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy dan Letkol Yan Doli Tekankan Pendekatan Humanis

Teluk Bintuni

Tim Bupati Teluk Bintuni Angkat Piala, Juara 1 Bupati Cup II 2026

Berita

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Jaringan Telkomsel Bintuni Ikut Mati, Konsumen Minta Penjelasan

Berita

Bukan Sekadar Cari Gelar! Bupati Tantang Mahasiswa ITB Jadi Generasi CANGGIH dan Pelopor Perubahan

Berita

Turlap ke LNG Tangguh, Kapolres Teluk Bintuni Pastikan Personel Maksimalkan Penanganan Karhutla