Bintuni, Mediaprorakyat.com – Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, menegaskan bahwa pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), serta validitas data pada aplikasi DAPODIK merupakan faktor penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mendukung visi pembangunan daerah Teluk Bintuni SERASI.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Pelatihan Perencanaan dan Pelaporan Penggunaan Dana BOP Daerah, BOS Pusat Tahun 2026, serta Aplikasi DAPODIK Tahun 2026, yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026).
Dalam sambutannya, Henry mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, setiap program dan anggaran yang dialokasikan harus dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, Dana BOP yang bersumber dari APBD Kabupaten Teluk Bintuni maupun Dana BOS dari pemerintah pusat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Keberhasilan pemanfaatannya sangat bergantung pada kemampuan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, mempertanggungjawabkan, dan melaporkan penggunaannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Henry.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam perencanaan maupun pelaporan tidak hanya berdampak pada administrasi sekolah, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
Oleh sebab itu, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepala sekolah, bendahara, serta operator sekolah agar mampu mengelola dana pendidikan secara profesional dan sesuai regulasi.
Selain pengelolaan keuangan, Henry juga menekankan pentingnya kualitas data pendidikan melalui aplikasi DAPODIK. Menurutnya, DAPODIK menjadi sumber data utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pendidikan, mulai dari perencanaan anggaran hingga penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Ia menegaskan seluruh data yang diinput harus benar, lengkap, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ketelitian operator sekolah dan dukungan penuh kepala sekolah menjadi kunci menghasilkan data berkualitas. Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, sedangkan data yang tidak valid akan berdampak buruk terhadap berbagai program pendidikan,” tegasnya.
Henry berharap pelatihan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial ataupun sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi menjadi wadah bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi melalui proses belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.
Ia juga mengajak seluruh peserta menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing serta membagikannya kepada rekan kerja agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
“Pengelolaan dana pendidikan harus selalu berpegang pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Mari kita bangun budaya kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Henry mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, bendahara, operator DAPODIK, hingga pihak terkait lainnya untuk terus memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pengelolaan dana pendidikan dan data secara cepat, tepat, dan profesional.
Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni, yakni “Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Energik, Religius, dan Andal menuju Teluk Bintuni Smart dan Inovatif (SERASI).” [hs]








