Manokwari, Mediaprorakyat.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Papua Barat mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pemerintah kabupaten melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif dalam mengurangi dampak musim kemarau yang telah melanda sebagian wilayah Papua Barat selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Lingkungan DPW PPP Papua Barat, Fajar Kukuh, S.C., S.Hut. Menurutnya, musim kemarau telah mengakibatkan menurunnya ketersediaan air bersih, meningkatnya ancaman kekeringan pada lahan pertanian dan jaringan irigasi, serta bertambahnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu kondisi yang menjadi sorotan terjadi di Kampung Bumi Saniari (SP 3), Kabupaten Teluk Bintuni. Warga setempat dikabarkan harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju Kali Rajawali untuk mendapatkan air bersih dan mencuci pakaian.
“Saya melihat salah satu postingan warga di media sosial. Mereka harus pergi ke Kali Rajawali untuk mendapatkan air,” ujar Fajar, Senin (3/8/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian warga di Kampung Argosigemarai (SP 5), Kabupaten Teluk Bintuni, mengalami kondisi serupa. Sejumlah sumur warga mengering, sementara sumur lainnya mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Selain krisis air bersih, Fajar menyoroti meningkatnya kejadian kebakaran lahan yang terjadi dalam dua pekan terakhir di Kabupaten Teluk Bintuni. Menurutnya, cuaca yang kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi sehingga diperlukan langkah pencegahan dan kewaspadaan dari seluruh pihak.
DPW PPP Papua Barat memberikan apresiasi kepada personel Polres Teluk Bintuni bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang dinilai sigap menangani sejumlah kebakaran sehingga api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
“Kami mengapresiasi tindakan Polres dan Damkar. Mari kita jaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran, terutama di sepanjang jalan raya yang terdapat jaringan kabel listrik, kabel telekomunikasi, serta berada dekat dengan permukiman warga. Semoga kita semua dijauhkan dari segala mara bahaya,” katanya.
Fajar berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah kabupaten segera menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih di daerah-daerah yang terdampak kekeringan. Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan bantuan air bersih sekaligus menyusun program mitigasi jangka panjang guna menghadapi musim kemarau di masa mendatang.
Ia juga mengimbau para pengusaha dan pengemudi truk pengangkut material galian C agar selalu menutup bak kendaraan saat melintas di jalan raya. Debu yang beterbangan akibat muatan terbuka, katanya, tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara serta berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan serta kesehatan masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung,” tutup Fajar. [hs]








