Bintuni, Mediaprorakyat.com – Masyarakat adat dari Marga Bauw dan Marga Patiran melakukan pemasangan sasi adat di Base Camp PT Petro Energi Weriagar, Distrik Weriagar, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (25/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas belum dipenuhinya hak-hak masyarakat adat serta kurangnya keterbukaan terkait pembagian Dana Bagi Hasil (DBH).
Prosesi sasi adat dimulai sekitar pukul 15.30 WIT dan berlangsung hingga pukul 16.30 WIT. Kegiatan berlangsung dengan pengamanan dari personel Polsek Aranday dan berakhir dalam keadaan aman serta kondusif.
Kapolsek Aranday M. Ilham hadir langsung memantau jalannya kegiatan bersama Pelaksana Lapangan PT Petro Energi Weriagar James Sianturi, Ketua Tim Sasi Adat Marga Bauw Yohanis Bauw, Ketua Tim Sasi Adat Marga Patiran Korneles Patiran, Wakil Ketua III LMA Sebyar Hendrikus Sorowat, serta sekitar 20 orang masyarakat dari kedua marga.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni menghentikan seluruh aktivitas PT Petro Energi Weriagar di base camp, meminta pemenuhan hak-hak masyarakat adat Marga Bauw dan Patiran, serta mendesak adanya keterbukaan dari pihak perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengenai pengelolaan dan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) bagi masyarakat Distrik Weriagar, khususnya kedua marga tersebut.
Setelah prosesi adat selesai, dilakukan foto bersama. Selanjutnya masyarakat kembali ke Distrik Weriagar menggunakan kendaraan milik PT Petro Energi Weriagar menuju pinggiran Sungai Weriagar.
Berdasarkan laporan Polsek Aranday, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan terkendali tanpa adanya gangguan keamanan. Polisi menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan melaporkan setiap perkembangan yang menonjol. [hs]








