Home / Berita / Bisnis & Ekonomi / Teluk Bintuni

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:40 WIT

Warga Tanya Bantuan Saat Sensus Ekonomi, Petugas: Wajar

Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Mursadi, menempelkan stiker tanda selesai pendataan usai melakukan pencacahan door-to-door di salah satu rumah warga Kampung Argosigemarai, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (23/7/2026). (Foto: MPR/Haiser Situmorang)

Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Mursadi, menempelkan stiker tanda selesai pendataan usai melakukan pencacahan door-to-door di salah satu rumah warga Kampung Argosigemarai, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (23/7/2026). (Foto: MPR/Haiser Situmorang)

Warga Argosigemarai Pertanyakan Bantuan Saat Sensus Ekonomi 2026, Petugas: Pendataan untuk Data Ekonomi, Bukan Penyaluran Bansos

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kampung Argosigemarai, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, diwarnai berbagai pertanyaan dari masyarakat. Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada petugas adalah apakah pendataan tersebut bertujuan agar warga dapat memperoleh bantuan dari pemerintah.

Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang bertugas di Jalur 1 dan Jalur 2 Kampung Argosigemarai, Mursadi, mengatakan pertanyaan tersebut merupakan hal yang wajar karena masih banyak masyarakat yang menganggap setiap pendataan pemerintah berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial.

“Wajar kalau masyarakat bertanya soal bantuan. Kami kemudian menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan pendataan untuk menentukan penerima bantuan, melainkan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi ekonomi masyarakat, seperti penghasilan, pengeluaran, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Mursadi, Kamis (23/7/2026).

Mursadi menjelaskan, dalam pelaksanaan pendataan, petugas menyesuaikan pertanyaan dengan kondisi responden. Bagi warga yang tidak memiliki usaha maupun penghasilan tetap, pertanyaan yang diajukan hanya bersifat dasar sesuai formulir sensus. Sementara bagi warga yang memiliki usaha, pendataan dilakukan lebih rinci karena menyangkut aktivitas usaha, pendapatan, hingga kondisi ekonominya.

Selama melakukan pencacahan dari rumah ke rumah, Mursadi juga menemukan sejumlah warga yang mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah, meskipun kondisi ekonomi mereka dinilai cukup memprihatinkan.

“Rata-rata yang bertanya soal bantuan adalah warga yang rumahnya masih berdinding papan, bahkan ada yang lantainya masih tanah. Mereka mengaku belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah. Menurut saya, kondisi seperti itu layak menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian warga sempat merasa kecewa setelah mengetahui bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan penyaluran bantuan. Namun setelah diberikan penjelasan mengenai tujuan pendataan, mereka tetap bersedia memberikan informasi secara lengkap kepada petugas.

Mursadi berharap masyarakat dapat memahami bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi perekonomian masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, menyusun program ekonomi, serta mengevaluasi kondisi perekonomian secara nasional agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Pendataan Lapangan (door-to-door) Sensus Ekonomi 2026 mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan ini dilakukan di seluruh Indonesia untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan di masa mendatang. [hs]

Share :

Baca Juga

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Tim Kuasa Hukum Minta Saksi Berkata Jujur untuk Ungkap Kematian Yanto Idoorway
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, drg. Alfons Manibuy, DESS, melakukan tendangan perdana sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Gawang Mini dan Bola Voli dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gaya Baru, RT 002/RW 004, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (7/8/2026). Turnamen yang digelar secara swadaya ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai ajang mempererat persaudaraan, semangat gotong royong, dan pembinaan atlet muda. (Istimewa)

Berita

Sambut HUT RI ke-81, Anggota DPR RI Buka Turnamen Olahraga di Teluk Bintuni
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, saat membuka secara resmi Pelatihan Aplikasi DAPODIK, Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD), serta Pelatihan Perencanaan dan Pelaporan Penggunaan Dana BOP Daerah dan BOS Pusat Tahun 2026 di Bintuni, Jumat (7/8/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel serta validitas data DAPODIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya visi Teluk Bintuni SERASI.

Berita

Henry Kapuangan: Dana BOS, BOP dan DAPODIK Jadi Kunci Wujudkan Teluk Bintuni SERASI
Foto bersama usai konferensi pers Masyarakat Adat Marga Esnam dan Marga Isbeined, Suku Moskona, bersama perwakilan Himpunan Pemuda Moskona (HIPMOS), Perkumpulan Panah Papua, akademisi, anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni setelah penyerahan dokumen usulan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Sekretariat HIPMOS, Kampung Lama, Bintuni, Jumat (7/8/2026). Foto: MPR/Haiser.

Berita

HIPMOS Kawal Pengakuan MHA Esnam-Isbeined
Keterangan gambar: Salah satu petugas SPPG Indayana Bintuni, menunjukkan kendaraan distribusi resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG Indayana Bintuni, Edha Sidabutar, S.Gz, menegaskan berbagai isu yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan penggunaan kendaraan distribusi untuk mengangkut sampah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Foto: Istimewa)

Berita

SPPG Indayana Bintuni: Isu di Medsos Tak Sesuai Fakta

Berita

Kodim 1806/Teluk Bintuni Terima Satu Unit Mobil Damkar dari Mabes TNI AD
Terduga pelaku berinisial SA (31) diamankan Tim URC Polres Teluk Bintuni di Mapolres Teluk Bintuni untuk menjalani proses penyidikan terkait dugaan pencurian uang tunai yang diduga berasal dari Dana Kampung Saengga. Wajah terduga disamarkan guna menghormati asas praduga tak bersalah. Dok. Polres Teluk Bintuni

Berita

Tim URC Polres Teluk Bintuni Ringkus Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Dana Kampung

Berita

Kapolres Teluk Bintuni Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Distrik Babo, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas