Home / Berita / Papua Barat

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:44 WIT

Ombudsman RI, Amus Atkana: Palang Sekolah Hambat Pembangunan Generasi Papua

Manokwari, Mediaprorakyat.com – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana, menegaskan bahwa aksi pemalangan sekolah merupakan persoalan serius yang berdampak langsung terhadap masa depan pendidikan dan pembangunan generasi Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Amus Atkana saat meninjau langsung SMA YPPGI Pasir Ido, Kabupaten Manokwari, Kamis (23/7/2026). Kunjungan dilakukan setelah Ombudsman menerima laporan bahwa sekolah tersebut telah dipalang sejak Februari 2026 sehingga proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal.

Dalam peninjauan tersebut, Amus didampingi Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman RI Papua Barat. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Ombudsman memastikan bahwa aktivitas pendidikan di SMA YPPGI Pasir Ido terganggu akibat pemalangan. Para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium milik SMP sebagai tempat belajar sementara.

Amus Atkana menyayangkan persoalan tersebut karena dinilai menghambat pembangunan sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak asli Papua yang membutuhkan akses pendidikan yang layak.

“Lagi-lagi pemalangan sekolah menjadi penghambat pembangunan manusia, khususnya generasi Papua, menuju Papua Emas 2043 dan Indonesia Emas 2045,” tegas Amus Atkana.

Menurutnya, persoalan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu seharusnya tidak dibiarkan tanpa penyelesaian.

“Ombudsman mempertanyakan mengapa kondisi ini dibiarkan begitu lama. Terlepas dari status sekolah, yang harus menjadi perhatian utama adalah hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang baik,” ujarnya.

Ombudsman RI Papua Barat meminta Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama DPRD Kabupaten Manokwari segera mengambil langkah konkret agar pemalangan dapat diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung di gedung sekolah.

Selain itu, Yayasan YPPGI juga didorong untuk lebih proaktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.

Saat ini, SMA YPPGI Pasir Ido masih memiliki peserta didik kelas X, XI, dan XII. Namun, seluruh aktivitas belajar mengajar harus dipindahkan ke ruang laboratorium SMP karena gedung utama sekolah masih dipalang.

Amus Atkana menegaskan bahwa kepentingan pendidikan harus ditempatkan di atas segala persoalan.

“Mari kita melihat generasi emas kita sebagai regenerasi bangsa di masa mendatang. Pendidikan mereka tidak boleh terhambat. Semua pihak harus mengutamakan kepentingan anak-anak agar mereka dapat memperoleh hak pendidikan secara layak,” pungkasnya. [hs]

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Petugas Lindes Tomu saat mengisi BBM jenis solar ke dalam genset untuk kebutuhan operasional listrik desa. (Istimewa)

Berita

Agus Yusufi Klarifikasi Distribusi BBM untuk Lindes Tomu dan Sebyar
Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Berita

Pemadaman Listrik Sebyar Disorot, Voice Note Warga Viral Pertanyakan Pasokan BBM

Berita

HUT ke-21 HIMPAUDI Teluk Bintuni, Kadis Dikbudpora: PAUD Fondasi Generasi Masa Depan

Berita

Sambut Satgas Yonif 147 di Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy dan Letkol Yan Doli Tekankan Pendekatan Humanis

Teluk Bintuni

Tim Bupati Teluk Bintuni Angkat Piala, Juara 1 Bupati Cup II 2026

Berita

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Jaringan Telkomsel Bintuni Ikut Mati, Konsumen Minta Penjelasan

Berita

Bukan Sekadar Cari Gelar! Bupati Tantang Mahasiswa ITB Jadi Generasi CANGGIH dan Pelopor Perubahan

Berita

Turlap ke LNG Tangguh, Kapolres Teluk Bintuni Pastikan Personel Maksimalkan Penanganan Karhutla