Home / Berita / Papua Barat

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:15 WIT

SPMB Kembali Sisakan Tangis, Muhammadiyah Jawab Krisis Sekolah di Papua Barat

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya

Manokwari, Mediaprorakyat.com — Pagi itu, halaman sejumlah sekolah dipenuhi wajah-wajah cemas. Orang tua datang membawa map berisi dokumen, berharap anak mereka diterima di sekolah negeri maupun sekolah yang dianggap favorit. Namun, harapan itu tak selalu berakhir bahagia. Keterbatasan ruang kelas dan daya tampung membuat banyak calon siswa harus pulang dengan kecewa.

Fenomena yang mengemuka pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini kembali memperlihatkan satu persoalan lama di Papua Barat: jumlah sekolah belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Di banyak daerah, terutama kawasan pinggiran dan pedalaman, sekolah masih sedikit, jaraknya berjauhan, sementara jumlah anak usia sekolah terus bertambah.

Di tengah situasi tersebut, Muhammadiyah memilih tidak sekadar mengeluhkan keadaan. Organisasi Islam yang telah lama bergerak di bidang pendidikan itu justru terus memperluas akses pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah baru, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya, mengatakan Muhammadiyah ingin menjadi bagian dari solusi atas persoalan pendidikan di Tanah Papua.

“Ketika banyak orang berbicara tentang kekurangan ruang kelas, Muhammadiyah memilih menghadirkan ruang-ruang belajar baru. Kami ingin ikut membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, sejak 2025 Muhammadiyah telah mendirikan SD Muhammadiyah 1 (MUTU) Kaimana, SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari, Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU), serta mengembangkan STKIP Muhammadiyah Manokwari menjadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB).

Ekspansi itu berlanjut pada 2026. Muhammadiyah kembali membuka TK Aisyiyah 3 Manokwari, SMA Muhammadiyah Maritim (MUTI) Kaimana, SMA Muhammadiyah Cendekia Onim Fakfak (SMAMCOFA), serta SMA Sains dan Teknologi Muhammadiyah (SMAMTEKS) Prafi di Kabupaten Manokwari.

Bagi Mulyadi, pembangunan sekolah bukan sekadar menambah gedung. Yang jauh lebih penting adalah membuka jalan bagi anak-anak Papua untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Ia menjelaskan, tantangan pendidikan di Papua Barat masih sangat besar. Sebaran sekolah belum merata sehingga banyak anak harus menempuh perjalanan jauh untuk belajar. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka putus sekolah.

“Masih ada sekitar 40.329 anak yang putus sekolah. Rata-rata Lama Sekolah juga masih sekitar delapan tahun, atau setara kelas dua SMP. Ini harus kita dorong bersama agar meningkat menjadi minimal 12 tahun atau setara tamat SMA, bahkan lebih banyak lagi yang melanjutkan ke perguruan tinggi,” katanya.

Muhammadiyah, lanjutnya, tidak membangun sekolah hanya untuk kelompok tertentu. Justru sebagian besar peserta didik yang belajar di amal usaha pendidikan Muhammadiyah berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama.

“Sekitar 60 hingga 80 persen siswa dan mahasiswa kami adalah saudara-saudara Orang Asli Papua dan beragama Nasrani. Pendidikan adalah ruang persaudaraan, bukan ruang sekat. Yang kami bangun adalah masa depan bersama,” tutur Mulyadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat, masyarakat, serta Pemerintah Daerah Papua Barat yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.

“Papua tidak kekurangan anak-anak yang cerdas. Yang masih kita butuhkan adalah lebih banyak sekolah, lebih banyak guru, dan lebih banyak kesempatan belajar. Muhammadiyah akan terus hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Kami menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

[rls/hs]

 

Share :

Baca Juga

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Tim Kuasa Hukum Minta Saksi Berkata Jujur untuk Ungkap Kematian Yanto Idoorway
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, drg. Alfons Manibuy, DESS, melakukan tendangan perdana sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Gawang Mini dan Bola Voli dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gaya Baru, RT 002/RW 004, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (7/8/2026). Turnamen yang digelar secara swadaya ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai ajang mempererat persaudaraan, semangat gotong royong, dan pembinaan atlet muda. (Istimewa)

Berita

Sambut HUT RI ke-81, Anggota DPR RI Buka Turnamen Olahraga di Teluk Bintuni
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, saat membuka secara resmi Pelatihan Aplikasi DAPODIK, Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD), serta Pelatihan Perencanaan dan Pelaporan Penggunaan Dana BOP Daerah dan BOS Pusat Tahun 2026 di Bintuni, Jumat (7/8/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel serta validitas data DAPODIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya visi Teluk Bintuni SERASI.

Berita

Henry Kapuangan: Dana BOS, BOP dan DAPODIK Jadi Kunci Wujudkan Teluk Bintuni SERASI
Foto bersama usai konferensi pers Masyarakat Adat Marga Esnam dan Marga Isbeined, Suku Moskona, bersama perwakilan Himpunan Pemuda Moskona (HIPMOS), Perkumpulan Panah Papua, akademisi, anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni setelah penyerahan dokumen usulan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Sekretariat HIPMOS, Kampung Lama, Bintuni, Jumat (7/8/2026). Foto: MPR/Haiser.

Berita

HIPMOS Kawal Pengakuan MHA Esnam-Isbeined
Keterangan gambar: Salah satu petugas SPPG Indayana Bintuni, menunjukkan kendaraan distribusi resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG Indayana Bintuni, Edha Sidabutar, S.Gz, menegaskan berbagai isu yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan penggunaan kendaraan distribusi untuk mengangkut sampah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Foto: Istimewa)

Berita

SPPG Indayana Bintuni: Isu di Medsos Tak Sesuai Fakta

Berita

Kodim 1806/Teluk Bintuni Terima Satu Unit Mobil Damkar dari Mabes TNI AD
Terduga pelaku berinisial SA (31) diamankan Tim URC Polres Teluk Bintuni di Mapolres Teluk Bintuni untuk menjalani proses penyidikan terkait dugaan pencurian uang tunai yang diduga berasal dari Dana Kampung Saengga. Wajah terduga disamarkan guna menghormati asas praduga tak bersalah. Dok. Polres Teluk Bintuni

Berita

Tim URC Polres Teluk Bintuni Ringkus Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Dana Kampung

Berita

Kapolres Teluk Bintuni Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Distrik Babo, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas