Manokwari, Mediaprorakyat.com – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Papua Barat, Yasman Yasir, S.E., menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, yang mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar 2 hingga 3 persen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Menurut Yasman, usulan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan demokrasi sekaligus memberikan ruang yang adil bagi seluruh partai politik dalam berkompetisi pada setiap pemilu.
“DPW PPP Papua Barat mendukung penuh sikap Ketua Umum PPP, Bapak Muhamad Mardiono, yang mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 2 sampai 3 persen. Angka tersebut dinilai proporsional karena tetap menjaga kualitas demokrasi tanpa menutup ruang representasi politik bagi partai-partai yang memiliki basis dukungan masyarakat,” ujar Yasman kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Ia menilai, apabila ambang batas parlemen dinaikkan terlalu tinggi, hal itu berpotensi mengurangi keberagaman aspirasi politik masyarakat, khususnya dari daerah-daerah yang memiliki karakteristik berbeda, termasuk Papua Barat.
Menurutnya, demokrasi yang sehat harus mampu menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta pemilu untuk memperoleh kepercayaan rakyat.
“Prinsip demokrasi adalah memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh partai politik. Jangan sampai demokrasi hanya dikuasai oleh partai-partai besar, sementara aspirasi masyarakat di daerah tidak lagi memiliki ruang untuk diperjuangkan,” katanya.
Yasman menegaskan bahwa PPP merupakan partai politik yang telah berpengalaman mengikuti berbagai sistem pemilu sejak berdiri pada 1973. Karena itu, PPP siap menghadapi apa pun keputusan yang nantinya disepakati pemerintah dan DPR terkait besaran ambang batas parlemen.
Meski demikian, ia berharap pembahasan RUU Pemilu tetap mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, serta memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.
Di Papua Barat, DPW PPP saat ini membawahi tujuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yaitu DPC PPP Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni.
Yasman optimistis seluruh jajaran pengurus di tingkat kabupaten akan terus memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan dukungan masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Juni 2026, DPW PPP Papua Barat telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh DPC sebagai bagian dari penguatan organisasi.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengusulkan agar ambang batas parlemen ditetapkan pada kisaran 2 hingga 3 persen sebagai jalan tengah di tengah munculnya usulan kenaikan PT menjadi 5 hingga 7 persen. Menurut Mardiono, besaran tersebut dinilai ideal karena mampu menjaga stabilitas sistem kepartaian sekaligus tetap memberikan ruang representasi bagi seluruh partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia.
[hs]








