Bintuni, Mediaprorakyat.com – Kerusakan bangku di Halte Bus ” IGURIJI BUS INTERCHANGE “, yang berada di Kampung Iguri, Distrik Bintuni Timur sebelum pintu masuk Mapolres Teluk Bintuni, kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Perhubungan segera memperbaiki fasilitas tersebut sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap aset publik agar tidak kembali dirusak.

Dalam percakapan di grup WhatsApp, seorang warga mengeluhkan rusaknya bangku halte yang dinilai mengurangi kenyamanan penumpang.
“Tolong diperhatikan kursi atau bangku yang rusak di Halte Bus Iguriji ini. Penumpang jadi bingung mau duduk di mana saat menunggu bus,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya mengaku tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
“Saya juga tidak lihat siapa yang merusaknya, jadi belum bisa memastikan. Yang jelas kondisinya sekarang memang seperti itu,” katanya.
Selain meminta perbaikan, masyarakat berharap pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas umum agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
“Kalau barang ini mau aman dan tidak rusak harus ada pengamanan. Kalau bisa Dishub melakukan patroli malam atau pengawasan rutin karena lokasinya berada di pinggir jalan. Dengan begitu fasilitas ini bisa tetap terjaga,” ujar warga lainnya.
Warga juga mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sekitar halte sebagai langkah pencegahan terhadap aksi vandalisme.
“Kalau mau aman sebaiknya dipasang CCTV. Kalau tidak, nanti setelah diperbaiki bisa rusak lagi. Selain itu sering ada coretan pilox yang membuat halte terlihat kotor,” ungkap seorang warga.

Menurutnya, selama memimpin Dinas Perhubungan, pihaknya telah beberapa kali mengganti bangku halte yang mengalami kerusakan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Waktu saya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, soal kursi di Halte Iguriji itu sudah berulang kali kita ganti,” ujar Victor kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2026).
Victor menegaskan bahwa keberlangsungan fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga aset yang telah dibangun.
“Ya, kembali kepada kesadaran masyarakat saja. Fasilitas umum kita jaga bersama. Apa manfaatnya kalau dirusak,” imbuhnya.
Victor, yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pengawasan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, mengaku prihatin atas kondisi halte yang kembali menjadi perbincangan masyarakat di media sosial dan grup WhatsApp.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara nyaman, aman, serta berkelanjutan oleh seluruh warga Teluk Bintuni. Menurutnya, menjaga aset daerah merupakan tanggung jawab bersama demi kepentingan masyarakat luas.
[hs]








