Bintuni, Mediaprorakyat.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, secara resmi membuka Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (7/7/2026).
Pesparani yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 mengusung tema Memuliakan Tuhan Dengan Nyanyian, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua Barat dengan subtema “Melestarikan Liturgi, Menghidupkan Iman, dan Merawat Budaya.”
Kegiatan tersebut menjadi ajang pembinaan iman, pengembangan talenta seni liturgi, sekaligus mempererat persaudaraan umat Katolik dari seluruh kabupaten di Provinsi Papua Barat.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, mengatakan Pesparani tidak hanya merupakan ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter umat agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai iman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pesparani bertujuan memuliakan Tuhan melalui nyanyian mazmur dan pelayanan seni liturgi, meningkatkan pembinaan iman, melestarikan budaya lokal, mempererat persaudaraan, serta menyeleksi peserta terbaik untuk mewakili Papua Barat pada Pesparani tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Joko Lingara, kegiatan ini diikuti 817 orang, terdiri atas 668 peserta dan 149 official serta pendamping dari enam kabupaten, yakni Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan.
Para peserta akan berkompetisi pada empat cabang utama, yaitu paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani, dan bertutur Kitab Suci yang terbagi dalam 13 kategori perlombaan.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanes Manibuy, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena daerah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen dan tamu undangan. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami,” kata Yohanes.
Ia menegaskan bahwa Pesparani bukan hanya pesta iman umat Katolik, tetapi juga menjadi pesta persaudaraan seluruh masyarakat Papua Barat yang mencerminkan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
“Ketika umat Katolik menggelar pesta iman, saudara-saudara Muslim ikut menyambut dengan sukacita. Inilah wajah Teluk Bintuni yang sesungguhnya, di mana keberagaman menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, turut mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dewan juri, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Pesparani.
Ia berharap seluruh peserta menjadikan ajang tersebut sebagai sarana memuliakan Tuhan sekaligus mempererat persaudaraan di Tanah Papua Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menegaskan bahwa Pesparani memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi seni suara gerejawi.
“Pesparani merupakan wadah pembinaan umat, pengembangan talenta, pewarisan nilai-nilai Kristiani, serta penguatan karakter generasi muda melalui pujian dan nyanyian rohani,” ujarnya.
Menurut Lakotani, Pemerintah Provinsi Papua Barat memandang kegiatan keagamaan seperti Pesparani sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Ia juga menekankan bahwa Papua Barat merupakan rumah besar bagi keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Karena itu, nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan harus terus dijaga sebagai modal sosial dalam memperkuat persatuan.
“Melalui Pesparani, kita memperkuat persaudaraan antarumat, memperkokoh kerukunan, serta membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Lakotani turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, LP3KD Papua Barat, panitia pelaksana, sponsor, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai momentum memperkuat semangat pelayanan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membangun Papua Barat yang religius, toleran, sejahtera, dan berdaya saing.
Pembukaan Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Gubernur Papua Barat bersama para pejabat dan tokoh gereja sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 10 Juli 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni.
[tim/hs]








