Bintuni, Mediaprorakyat.com– Komandan Korem (Danrem) 182/Jazirah Onim, Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.I.P., M.M., M.Han., meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Garuda di Kampung Argosigemerai (SP V) Jalur 10, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (8/7/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan usai Danrem membuka Pekan Seni dan Olahraga Antar Instansi (Pesparani) tingkat Kabupaten Teluk Bintuni. Dalam kegiatan itu, Danrem didampingi Komandan Kodim 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak.
Di lokasi proyek, Danrem memastikan pembangunan Jembatan Garuda berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 60 persen dan berlangsung tanpa kendala berarti.
Kolonel Irwan Budiana mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar akses transportasi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Papua.
“Kehadiran kami merupakan wujud dukungan agar pembangunan dari pusat hingga ke daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap infrastruktur ini nantinya mempermudah aktivitas sehari-hari sekaligus membuka potensi ekonomi lokal,” ujar Danrem.
Selain pembangunan Jembatan Garuda, program tersebut juga meliputi pembangunan sumur bor, program KDMP, rehabilitasi gedung gereja, serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Danrem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di sekitar lokasi proyek dan terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Dandim 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target.
“Sampai saat ini tidak ada kendala berarti. Progres pembangunan telah mencapai 60 persen,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, termasuk di Tanah Papua.
Warga Dukung Penuh Pembangunan
Keberadaan proyek tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga menilai pembangunan jembatan sangat dibutuhkan karena jembatan lama kerap terendam banjir saat hujan deras, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga.
Yanto, warga SP V Jalur 10, mengaku meski baru sekitar dua bulan menetap di wilayah tersebut, ia mendapat informasi bahwa jembatan lama sering tidak dapat dilalui ketika debit air meningkat.
“Saya memang baru dua bulan di sini, tetapi informasinya kalau hujan deras, jembatan yang sebelumnya sering terendam air,” katanya.
Hal senada disampaikan Fajar, warga SP V Jalur 10. Menurutnya, setiap kali hujan deras, aliran air mengarah ke jembatan sehingga warga pernah bergotong royong memasang gorong-gorong secara swadaya untuk mengurangi dampaknya.
“Kalau hujan deras, air turun ke arah jembatan. Dulu kami memasang gorong-gorong secara swadaya. Karena itu, apa yang sedang dikerjakan TNI saat ini kami sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih,” ujar Fajar.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung sehingga menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Distrik Bintuni Timur dan wilayah sekitarnya.
[hs]








