

Bintuni, Mediaprorakyat.com ā Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Teluk Bintuni terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu terobosan yang segera diluncurkan adalah Digitalisasi Terpadu Layanan Administrasi Kependudukan (DIGITAL SALAK), sebuah sistem pelayanan berbasis digital yang memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Sebagai langkah awal implementasi, Disdukcapil Kabupaten Teluk Bintuni melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan, Senin (6/7/2026).
Kepala Disdukcapil Kabupaten Teluk Bintuni, Fredrik Paduai, S.Sos., M.M., mengatakan DIGITAL SALAK merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, mudah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah pesisir, kepulauan, dan daerah terpencil.
“Melalui inovasi DIGITAL SALAK, kami membangun kerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah sebagai mitra strategis agar pelayanan administrasi kependudukan dapat terintegrasi dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Fredrik.
Ia menjelaskan, selama ini pelayanan administrasi kependudukan dilakukan melalui pelayanan di kantor Disdukcapil maupun sistem jemput bola ke kampung-kampung. Namun luasnya wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, keterbatasan personel, sarana transportasi, serta tingginya biaya operasional menjadi tantangan dalam menjangkau seluruh masyarakat.
DIGITAL SALAK dijadwalkan resmi diluncurkan pada 16 Juli 2026. Sebelum peluncuran, Disdukcapil akan memberikan pelatihan kepada 28 kepala distrik beserta operator pelayanan, serta OPD mitra seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
Pada tahap awal, layanan akan diterapkan di Distrik Bintuni, Manimeri, Sumuri, dan Tomu, serta Kelurahan Bintuni Barat dan Kelurahan Bintuni Timur.
Melalui sistem tersebut, masyarakat cukup mengajukan permohonan di kantor distrik atau kelurahan. Selanjutnya operator akan mengirimkan berkas secara digital kepada Disdukcapil untuk diverifikasi dan diproses. Setelah dokumen selesai, hasilnya dikirim kembali ke distrik atau kelurahan untuk diserahkan kepada pemohon.
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak perlu lagi berulang kali datang ke kantor Disdukcapil hanya untuk mengurus maupun mengambil dokumen kependudukan.
“Tujuan DIGITAL SALAK adalah memperpendek rantai pelayanan sehingga masyarakat memperoleh layanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau, khususnya bagi warga di wilayah terpencil,” jelas Fredrik.
Ia berharap inovasi tersebut nantinya dapat diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Teluk Bintuni yang terdiri dari 28 distrik, 115 kampung, dan dua kelurahan.
Menurut Fredrik, data administrasi kependudukan kini menjadi fondasi berbagai layanan publik. Nomor Induk Kependudukan (NIK) telah terintegrasi dengan sistem Kementerian Dalam Negeri dan menjadi syarat utama dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, perencanaan pembangunan, hingga berbagai program pemerintah.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam implementasi DIGITAL SALAK.
Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, setiap peristiwa kelahiran yang terjadi di rumah sakit maupun puskesmas diharapkan dapat segera dilaporkan sehingga penerbitan akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) dapat dilakukan lebih cepat. Integrasi tersebut juga mendukung pencatatan golongan darah dan kepesertaan jaminan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan, mengapresiasi inovasi yang digagas Disdukcapil.
Menurutnya, DIGITAL SALAK akan memperkuat pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga data peserta didik di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi semakin akurat.
“Kami sebagai mitra teknis dan mitra strategis Dukcapil sangat mengapresiasi inovasi ini. Kerja sama yang telah terjalin selama ini semakin diperkuat untuk mendukung pemutakhiran data pendidikan,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Samuel Manibuy. Ia menilai DIGITAL SALAK akan sangat membantu masyarakat, terutama warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Aplikasi ini benar-benar mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan. Kami mendukung penuh inovasi Disdukcapil karena akan mempercepat pelayanan publik, baik di bidang kesehatan maupun administrasi kependudukan,” pungkasnya.
[tim/hs]








