Home / Berita / Peristiwa / Politik

Senin, 6 Juli 2026 - 15:04 WIT

Rakyat Papua Tengah Menangis, Ketua DPW PPP: Jangan Salahkan Gubernur Atas Semua Persoalan

Ketua DPW PPP Provinsi Papua, Freny Anouw, saat memberikan keterangan terkait situasi di Papua Tengah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh penyebaran video lama yang dinilainya bermuatan politik. (MPR/Istimewa)

Ketua DPW PPP Provinsi Papua, Freny Anouw, saat memberikan keterangan terkait situasi di Papua Tengah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh penyebaran video lama yang dinilainya bermuatan politik. (MPR/Istimewa)

Papua Tengah, Mediaprorakyat.com – Ketua DPW PPP Provinsi Papua, Freny Anouw, mengajak masyarakat agar tidak serta-merta menyalahkan Gubernur Papua Tengah atas berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh beredarnya kembali sebuah video lama yang dinilainya bermuatan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Freny pada Senin (6/7/2026). Menurutnya, video yang kembali beredar itu merupakan rekaman lama yang sengaja disebarluaskan untuk membangun opini negatif terhadap Gubernur Papua Tengah.

“Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah bahwa beberapa hari ini video Bapak Gubernur disebarkan ke mana-mana, bahkan hingga ke pesan pribadi. Saya tegaskan bahwa video tersebut merupakan video lama. Jangan mudah menanggapi penyebaran video itu karena ada unsur politik dan iri hati yang bertujuan membangun kebencian terhadap Gubernur Papua Tengah,” ujarnya.

Freny mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022, Provinsi Papua Tengah terdiri atas delapan kabupaten, yakni Nabire, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai.

Ia menegaskan, dalam sistem pemerintahan terdapat pembagian kewenangan yang jelas antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Karena itu, menurutnya, seluruh persoalan yang terjadi di daerah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada gubernur.

“Ada kewenangan pemerintah kabupaten, ada kewenangan pemerintah provinsi, dan ada kewenangan pemerintah pusat. Jangan semua persoalan di daerah dilimpahkan kepada gubernur,” tegasnya.

Freny menilai para bupati memiliki peran strategis dalam menangani berbagai persoalan di wilayah masing-masing. Ia juga mempertanyakan peran lembaga legislatif, mulai dari DPRK, DPRP, DPR RI hingga DPD RI, dalam menyuarakan aspirasi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Hari ini masyarakat sedang menangis. Seharusnya DPRK, DPRP, DPR RI, dan DPD RI sebagai wakil rakyat tampil menyampaikan aspirasi masyarakat. Di mana suara mereka ketika masyarakat menghadapi situasi yang memanas akibat kasus penembakan dan berbagai musibah yang terjadi?” katanya.

Selain itu, Freny mempertanyakan apakah pemerintah kabupaten bersama para wakil rakyat telah melakukan audiensi dengan Gubernur Papua Tengah untuk membahas berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Jangan lempar batu sembunyi tangan. Mari proaktif menyikapi persoalan yang terjadi saat ini. Saya mengajak seluruh kaum intelektual Papua Tengah untuk bersama-sama memberikan perhatian dan mencari solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Freny memberikan apresiasi kepada Bupati Puncak yang dinilainya sigap melaporkan berbagai peristiwa yang terjadi di wilayahnya. Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyudutkan Gubernur Papua Tengah hanya berdasarkan video yang beredar, terlebih tanpa memahami konteks sebenarnya.

Meski demikian, Freny tidak menjelaskan secara rinci isi maupun konteks video yang dimaksud dalam keterangannya.

Pernyataan Freny disampaikan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap situasi keamanan di Papua Tengah pasca serangkaian insiden mematikan di Kabupaten Intan Jaya. Berbagai pihak mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi keberadaan pasukan non-organik di Tanah Papua.

Desakan tersebut mencuat setelah sejumlah warga sipil dilaporkan tewas dalam rangkaian kontak tembak yang terjadi belakangan ini. Korban di antaranya seorang ibu hamil, Melkiana Dwitau, Pendeta Elianus Agimbau, dan seorang pemuda bernama Okto Tigau.

[hs]

Share :

Baca Juga

Personel Polres Teluk Bintuni memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba, bullying, pornografi, dan NAPZA kepada para siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk pelajar yang sehat, berprestasi, dan bebas dari pengaruh negatif. (Foto: Humas Polres Teluk Bintuni)

Berita

Polres Teluk Bintuni Edukasi Ratusan Siswa Baru tentang Bahaya Narkoba, Bullying, dan Pornografi
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana, bersama Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Papua Barat, Putu Murdiana, didampingi jajaran kedua instansi berfoto bersama usai audiensi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat, Jalan Merdeka No. 2, Manokwari, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan di Papua Barat dan Papua Barat Daya. (Foto: Istimewa)

Berita

Kanwil Pemasyarakatan Berkunjung ke Kantor Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana: Audiensi Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
Pengawas SPBU CV Sinar Bintuni, Aripuddin (Aco), memberikan keterangan kepada wartawan terkait penerapan barcode MyPertamina sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi di SPBU Tisai, Teluk Bintuni. (Foto: MPR/Haiser Situmorang).

Berita

SPBU Tisai Mulai Terapkan Barcode MyPertamina untuk Pembelian BBM Subsidi, Kendaraan Bodong Tidak Dilayani
Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A., saat memberikan keterangan terkait pentingnya penegakan hukum terhadap praktik usaha ilegal di Papua Barat. (Foto: MPR/Haiser Situmorang)

Berita

Yohanes Akwan Soroti Lemahnya Pengawasan Usaha Ilegal di Papua Barat: “Negara Jangan Kalah dari Pelanggar!”
Keterangan Gambar: Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., dengan latar ilustrasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 Editor: Haiser Situmorang.

Berita

Polres Teluk Bintuni Turunkan 48 Personel Amankan Nobar Piala Dunia 2026, Kapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Keterangan Gambar: Suasana diskusi yang digelar Forum Komunikasi LSM (Foker LSM) Papua bersama perwakilan 12 LSM dan 9 organisasi non-pemerintah (NGO) di Pilamo Hotel. Foto memperlihatkan jalannya diskusi serta sesi foto bersama usai kegiatan.

Berita

Foker LSM Papua Gelar Diskusi Perdana di Wamena, Dorong Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Jayawijaya
Keterangan Foto: Bagan pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan disaksikan bersama dalam kegiatan Nonton Bareng Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni.

Berita

Piala Dunia 2026: Pemkab Teluk Bintuni Siapkan Nobar Empat Hari Berturut-turut, Siapa Jagoanmu?
Keterangan Gambar: Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menyuapi kue ulang tahun kepada Penjabat ( Pj) Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, Ir. I. B. Putu Suratna, M.M., dalam perayaan HUT ke-44 Bupati di kediamannya, Kampung Lama, Senin (13/7/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Berita

Momen HUT Ke-44, Bupati Teluk Bintuni Gelar Misa Syukur Bersama Keluarga dan Forkopimda