Yogyakarta, Mediaprorakyat.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penyelenggaraan program Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL), pengembangan karakter, serta pelatihan literasi kesehatan dan keuangan bagi 99 siswa Orang Asli Papua (OAP) dari SMK Negeri 1 Bintuni.
Program yang berlangsung selama dua bulan, mulai Juli hingga Agustus 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui pendidikan vokasi yang terhubung dengan dunia usaha dan dunia industri.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, mengatakan, sebelum diterjunkan ke berbagai perusahaan, lembaga, dan instansi sebagai lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL), seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan yang difasilitasi oleh FEB UGM.
“Pembekalan ini bertujuan mempersiapkan siswa agar memiliki kesiapan mental, karakter, dan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja,” ujar Henry, Jumat (3/7/2026) melalui komunikasi Whatsapp.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi penguatan karakter, etika kerja, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja, serta literasi kesehatan dan literasi keuangan.
Lanjutnya, dengan pembekalan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga karakter yang tangguh, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
Kemudian menurut Henry, kerja sama dengan FEB UGM merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Orang Asli Papua untuk memperoleh pengalaman belajar di luar daerah, mengenal budaya kerja yang profesional, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
Selama pelaksanaan PKL, para siswa akan ditempatkan di berbagai perusahaan, lembaga, dan instansi yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Melalui pengalaman tersebut, mereka diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Henry menegaskan bahwa seluruh peserta program merupakan siswa Orang Asli Papua.
“Sebanyak 99 siswa yang mengikuti program ini seluruhnya merupakan siswa OAP,” tegasnya.
Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi Orang Asli Papua sesuai dengan visi pembangunan SERASI yang diusung Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, dan Wakil Bupati Joko Lingara.
“Program tahun 2025 dan 2026 ini memang dikhususkan bagi siswa OAP sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah di bidang pendidikan. Kami berharap melalui program ini lahir generasi Papua yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Teluk Bintuni maupun Indonesia,” pungkas Henry.
[hs]








