Bintuni, Mediaprorakyat.com – Sebanyak 1.500 pemuda dan remaja Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) mengikuti pawai pembukaan Youth Camp Pelayanan Pemuda Remaja Pantekosta (Pelprap) GPdI se-Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (30/6/2026) sore.
Pawai yang berlangsung meriah itu diawali dari halaman Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni. Ribuan peserta berjalan tertib sambil menyanyikan lagu-lagu rohani, menciptakan suasana penuh sukacita di sepanjang ruas jalan utama Kota Bintuni.
Rute pawai dimulai dari GSG Bintuni menuju Kampung Lama, kemudian berputar di depan kediaman mantan Bupati Teluk Bintuni, Alfons Manibuy, sebelum kembali dan berakhir di halaman GSG.
Peserta mengikuti pawai berdasarkan kontingen daerah masing-masing. Mereka berasal dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat, serta kontingen dari Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Kehadiran para peserta menjadi simbol persaudaraan lintas daerah yang dipersatukan melalui iman, pelayanan, dan semangat kebersamaan.
Youth Camp Pelprap GPdI se-Papua Barat dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari seminar umum, pembinaan rohani, pelatihan kepemimpinan, pembekalan manajemen digital, lomba keterampilan rohani, kegiatan alam terbuka, hingga Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
Ketua Panitia, Daniel Dudung, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membentuk generasi muda gereja yang memiliki karakter kuat, kepemimpinan yang baik, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
“Melalui Youth Camp ini kami berharap para pemuda dan remaja GPdI semakin bertumbuh dalam iman, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menjadi generasi yang membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.
Selain menjadi wadah pembinaan rohani dan pengembangan kapasitas generasi muda, pelaksanaan Youth Camp juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Teluk Bintuni. Kehadiran sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah diperkirakan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, rumah makan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro selama kegiatan berlangsung.
[hs]








