Home / Berita / Peristiwa / Sosial Budaya / Teluk Bintuni

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:17 WIT

Tokoh Masyarakat Moskona Desak Satgas Yonif 410/Alugoro Ditarik, Pengungsi Ingin Segera Pulang ke Kampung

Ruben Frasa, Koordinator Penanganan Pengungsi Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh, menyampaikan permintaan agar personel Satgas Yonif 410/Alugoro ditarik sehingga masyarakat pengungsi dapat kembali ke kampung halaman. (Foto: HS/MPR)

Ruben Frasa, Koordinator Penanganan Pengungsi Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh, menyampaikan permintaan agar personel Satgas Yonif 410/Alugoro ditarik sehingga masyarakat pengungsi dapat kembali ke kampung halaman. (Foto: HS/MPR)

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Tokoh masyarakat Moskona yang juga Koordinator Pengungsi pasca-insiden penembakan anggota TNI AD di Distrik Moskona Utara, Ruben Frasa, meminta Panglima Kodam XVII/Kasuari segera menarik personel Satgas Yonif 410/Alugoro yang hingga kini masih bertugas di wilayah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ruben menyusul klaim bahwa situasi keamanan di Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh telah berubah setelah sebanyak 37 orang yang disebut berasal dari kelompok TPN-OPM menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebanyak 37 orang sudah kembali ke NKRI dengan damai. Sementara masyarakat dari dua distrik masih hidup menderita di pengungsian dan berkeliaran di Kota Teluk Bintuni,” ujar Ruben dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ruben, hingga kini warga pengungsi belum berani kembali ke kampung halaman karena personel TNI masih berada di wilayah tersebut. Selain itu, ia menyebut rumah-rumah warga serta sejumlah fasilitas sipil di kampung mengalami kerusakan.

Sebagai Koordinator Penanganan Pengungsi Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh, Ruben meminta Panglima Kodam XVII/Kasuari dan Komandan Kodim 1806/Teluk Bintuni mempertimbangkan penarikan personel Satgas Yonif 410/Alugoro dari Distrik Moskona Utara.

Ia mempertanyakan alasan keberadaan personel TNI apabila benar tidak lagi terdapat aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Kalau memang sudah tidak ada aktivitas kelompok bersenjata di sana dan masyarakat belum bisa pulang karena masih ada aparat yang bertugas, kami meminta agar personel TNI ditarik sehingga masyarakat dapat kembali ke kampung halamannya,” tegasnya.

Ruben menambahkan, selama personel TNI masih berada di Distrik Moskona Utara, sebagian besar masyarakat pengungsi dari Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh mengaku belum merasa aman untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kodam XVII/Kasuari maupun Kodim 1806/Teluk Bintuni terkait permintaan penarikan personel Satgas Yonif 410/Alugoro maupun kondisi keamanan terkini di Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh.

 

 

[hs]

 

 

 

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Petugas Lindes Tomu saat mengisi BBM jenis solar ke dalam genset untuk kebutuhan operasional listrik desa. (Istimewa)

Berita

Agus Yusufi Klarifikasi Distribusi BBM untuk Lindes Tomu dan Sebyar
Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Berita

Pemadaman Listrik Sebyar Disorot, Voice Note Warga Viral Pertanyakan Pasokan BBM

Berita

HUT ke-21 HIMPAUDI Teluk Bintuni, Kadis Dikbudpora: PAUD Fondasi Generasi Masa Depan

Berita

Sambut Satgas Yonif 147 di Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy dan Letkol Yan Doli Tekankan Pendekatan Humanis

Teluk Bintuni

Tim Bupati Teluk Bintuni Angkat Piala, Juara 1 Bupati Cup II 2026

Berita

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Jaringan Telkomsel Bintuni Ikut Mati, Konsumen Minta Penjelasan

Berita

Bukan Sekadar Cari Gelar! Bupati Tantang Mahasiswa ITB Jadi Generasi CANGGIH dan Pelopor Perubahan

Berita

Turlap ke LNG Tangguh, Kapolres Teluk Bintuni Pastikan Personel Maksimalkan Penanganan Karhutla