Manokwari Selatan, Mediaprorakyat.com – Kebakaran melanda dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, pada Kamis pagi, 25 Juni 2026. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang petugas dapur berinisial OCA meninggal dunia setelah terjebak di dalam area dapur yang dilalap api.
Bangunan yang terbakar merupakan rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ransiki.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat, Amus Atkana, menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas jatuhnya korban jiwa. Menurutnya, insiden ini menjadi peringatan penting agar aspek keselamatan dalam operasional dapur MBG mendapat perhatian serius.
Amus menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan Ombudsman Papua Barat beberapa waktu lalu, dapur MBG di Ransiki masih menggunakan bangunan sewaan berupa ruko, bukan bangunan yang dibangun secara khusus sebagai fasilitas dapur.
“Penggunaan bangunan sewaan seperti ruko berpotensi menimbulkan berbagai risiko. Dapur MBG sebaiknya dibangun secara mandiri atau terpisah dari bangunan lain agar aspek sanitasi, higienitas, serta kualitas konstruksi bangunan dapat terjamin,” ujar Amus, Jumat (26/6/2026).
Ombudsman Papua Barat juga mendorong Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk segera memperketat standar keselamatan di seluruh dapur MBG. Berdasarkan hasil pemantauan Ombudsman, sebagian besar dapur MBG di kedua provinsi tersebut masih memanfaatkan bangunan sewaan.
Selain itu, Amus mengingatkan para pengelola atau pemilik dapur MBG agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengutamakan pemenuhan standar higienitas, sanitasi, dan keselamatan kerja.
“Jangan sampai aspek keuntungan menjadi target utama sehingga higienitas, sanitasi, dan keamanan diabaikan. Keselamatan pekerja dan kualitas layanan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api maupun besaran kerugian materiil akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan kelayakan fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
[tim/ori-pb/hs]








