Home / Berita / Nasional / Papua Barat / Teluk Bintuni

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIT

Teluk Bintuni Catat 1.350 Kasus HIV/AIDS, Ombudsman Minta Kolaborasi Semua Pihak

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amos Atkana. (Foto: Istimewa)

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amos Atkana. (Foto: Istimewa)

Manokwari, Mediaprorakyat.com – Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Papua Barat menyoroti meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni yang terus menunjukkan tren kenaikan berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amos Atkana, menegaskan bahwa persoalan HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Hal itu disampaikan menyusul pemaparan data dalam kegiatan Rapat Koordinasi, Sosialisasi, dan Evaluasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Women and Child Center (WCC) Teluk Bintuni, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni hingga Mei 2026, jumlah akumulasi kasus HIV/AIDS mencapai 1.350 kasus. Angka tersebut meningkat sebanyak 203 kasus dibandingkan data sebelumnya yang tercatat 1.147 kasus.

Pada tahun 2025, dari 9.915 orang yang menjalani pemeriksaan HIV, ditemukan 247 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV). Sementara pada periode Januari hingga April 2026, dari 2.507 orang yang diperiksa, ditemukan 70 kasus baru ODHIV.

Menurut Amos Atkana, peningkatan kasus HIV/AIDS tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan pengobatan semata, tetapi harus disertai langkah-langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Ombudsman mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni agar lebih proaktif dalam meningkatkan pelayanan publik di sektor kesehatan, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Papua saat ini sedang bergerak menuju Papua Sehat dan Papua Cerdas sebagai landasan utama pembangunan daerah, sehingga sektor kesehatan harus menjadi prioritas,” ujar Amos kepada Mediaprorakyat.com, Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memperkuat layanan kesehatan mulai dari puskesmas pembantu (Pustu), puskesmas, hingga rumah sakit. Selain itu, alokasi anggaran untuk penanganan penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), kusta, dan penyakit menular lainnya juga perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ombudsman juga menyoroti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan platform digital, termasuk aplikasi MiChat, yang diduga dimanfaatkan sebagai sarana praktik prostitusi daring. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

Sejumlah warga juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang dianggap rawan praktik prostitusi, seperti kawasan permukiman, penginapan, tempat hiburan malam, dan sejumlah area publik tertentu.

Amos menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah. Edukasi, konseling, sosialisasi, serta deteksi dini harus terus diperkuat guna mencegah penyebaran penyakit yang hingga kini belum dapat disembuhkan secara total.

“Semua pihak harus terlibat. Bagaimana peran kepolisian, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh perempuan. Jika terdapat praktik prostitusi ilegal, maka pemerintah harus menindaknya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ombudsman RI Papua Barat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat terus meningkatkan program pencegahan, sosialisasi, pengawasan, dan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan, menghindari perilaku berisiko, serta mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS tanpa memberikan stigma kepada para penyandang HIV.

Dengan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni dapat ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat dan tujuan pembangunan kesehatan daerah dapat tercapai.

 

 

[hs]

Share :

Baca Juga

Personel Polres Teluk Bintuni memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba, bullying, pornografi, dan NAPZA kepada para siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk pelajar yang sehat, berprestasi, dan bebas dari pengaruh negatif. (Foto: Humas Polres Teluk Bintuni)

Berita

Polres Teluk Bintuni Edukasi Ratusan Siswa Baru tentang Bahaya Narkoba, Bullying, dan Pornografi
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana, bersama Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Papua Barat, Putu Murdiana, didampingi jajaran kedua instansi berfoto bersama usai audiensi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat, Jalan Merdeka No. 2, Manokwari, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan di Papua Barat dan Papua Barat Daya. (Foto: Istimewa)

Berita

Kanwil Pemasyarakatan Berkunjung ke Kantor Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana: Audiensi Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
Pengawas SPBU CV Sinar Bintuni, Aripuddin (Aco), memberikan keterangan kepada wartawan terkait penerapan barcode MyPertamina sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi di SPBU Tisai, Teluk Bintuni. (Foto: MPR/Haiser Situmorang).

Berita

SPBU Tisai Mulai Terapkan Barcode MyPertamina untuk Pembelian BBM Subsidi, Kendaraan Bodong Tidak Dilayani
Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A., saat memberikan keterangan terkait pentingnya penegakan hukum terhadap praktik usaha ilegal di Papua Barat. (Foto: MPR/Haiser Situmorang)

Berita

Yohanes Akwan Soroti Lemahnya Pengawasan Usaha Ilegal di Papua Barat: “Negara Jangan Kalah dari Pelanggar!”
Keterangan Gambar: Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., dengan latar ilustrasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 Editor: Haiser Situmorang.

Berita

Polres Teluk Bintuni Turunkan 48 Personel Amankan Nobar Piala Dunia 2026, Kapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Keterangan Gambar: Suasana diskusi yang digelar Forum Komunikasi LSM (Foker LSM) Papua bersama perwakilan 12 LSM dan 9 organisasi non-pemerintah (NGO) di Pilamo Hotel. Foto memperlihatkan jalannya diskusi serta sesi foto bersama usai kegiatan.

Berita

Foker LSM Papua Gelar Diskusi Perdana di Wamena, Dorong Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Jayawijaya
Keterangan Foto: Bagan pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan disaksikan bersama dalam kegiatan Nonton Bareng Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni.

Berita

Piala Dunia 2026: Pemkab Teluk Bintuni Siapkan Nobar Empat Hari Berturut-turut, Siapa Jagoanmu?
Keterangan Gambar: Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menyuapi kue ulang tahun kepada Penjabat ( Pj) Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, Ir. I. B. Putu Suratna, M.M., dalam perayaan HUT ke-44 Bupati di kediamannya, Kampung Lama, Senin (13/7/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Berita

Momen HUT Ke-44, Bupati Teluk Bintuni Gelar Misa Syukur Bersama Keluarga dan Forkopimda