Bintuni, Mediaprorakyat.com – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni mencatat jumlah kasus HIV/AIDS hingga Mei 2026 mencapai 1.350 kasus, meningkat dari sebelumnya sebanyak 1.147 kasus.
Peningkatan sebanyak 203 kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Kondisi ini diungkapkan dalam kegiatan Koordinasi, Sosialisasi dan Evaluasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit yang berlangsung di Gedung Women Center, Rabu (17/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis R. Manobi, mengatakan bahwa lonjakan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian bersama seluruh lapisan masyarakat.
“Hingga bulan Mei 2026, angka kasus HIV/AIDS di Teluk Bintuni mencapai 1.350 kasus. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan deteksi dini,” ujarnya.
Menurut Yohanis, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan terus memperkuat pelayanan kesehatan, memperluas akses pemeriksaan HIV, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan perilaku seksual yang aman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV/AIDS.
Sementara itu, Pemerhati HIV/AIDS, Everdina Yuliana Wanggai, S.KM., M.Si, menegaskan bahwa HIV merupakan penyakit yang sangat erat kaitannya dengan perilaku hidup seseorang.
“Virus yang beretika, kenapa begitu, karena kalau kita sendiri tidak dapat menerapkan etika pola hidup dan seks sehat, maka ancaman akan mengintai,” ungkap Everdina.
Ia menjelaskan bahwa HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan darah atau jarum suntik yang terkontaminasi, serta dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Namun demikian, HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan, berbagi makanan, ataupun berada dalam satu lingkungan yang sama dengan penderita.
Dinas Kesehatan Teluk Bintuni menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan. Stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) justru dapat menghambat upaya pencegahan dan pengobatan.
Dengan meningkatnya jumlah kasus dari 1.147 menjadi 1.350 kasus hingga Mei 2026, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan, pemeriksaan dini, dan pengobatan rutin semakin meningkat, sehingga penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni dapat ditekan.
[tim/hs]








