Bintuni, Mediaprorakyat.com – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menekankan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya menekan penyebaran penyakit menular, khususnya HIV/AIDS, melalui penerapan pola hidup sehat dan perilaku hidup yang bertanggung jawab.
Penegasan tersebut disampaikan Joko Lingara usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi, Sosialisasi, dan Evaluasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Women and Child Center (WCC), Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta dukungan penuh dari tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Bila ada keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, baik Puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya. Penyakit tidak akan terdeteksi sejak dini jika kita tidak peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri,” ujar Joko Lingara.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2025, target pemeriksaan HIV sebanyak 22.000 orang, namun yang berhasil diperiksa sebanyak 9.915 orang. Dari jumlah tersebut ditemukan 247 kasus baru Orang Dengan HIV (ODHIV), dengan 155 orang telah memulai pengobatan dan 200 orang menjalani pemantauan rutin melalui pemeriksaan beban virus.
Hingga akhir tahun 2025, jumlah kumulatif ODHIV yang masuk dalam layanan perawatan tercatat sebanyak 1.251 orang.
Sementara itu, pada periode Januari hingga April 2026, target pemeriksaan HIV ditingkatkan menjadi 58.439 orang. Hingga saat ini sebanyak 2.507 orang telah menjalani pemeriksaan dan ditemukan 70 kasus baru ODHIV. Dari jumlah tersebut, 43 orang telah memulai pengobatan dan 35 orang menjalani pemantauan kesehatan secara berkala.
Jumlah kumulatif ODHIV yang masuk dalam layanan perawatan kini mencapai 1.325 orang, sedangkan total akumulasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 1.350 kasus.
Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan data sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.147 kasus. Kenaikan sebanyak 203 kasus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Joko Lingara menegaskan bahwa upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan harus terus diperkuat agar angka kasus tidak terus bertambah. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan karena deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan berbagai penyakit menular.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa langkah-langkah pengendalian penyakit sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung bersama Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, melalui program SERASI yang merupakan singkatan dari Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovasi.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, disiplin, dan optimal di tempat penugasan masing-masing.
“Saya berharap seluruh tenaga kesehatan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya masing-masing demi keberhasilan program pengendalian penyakit di Kabupaten Teluk Bintuni,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pengendalian HIV/AIDS serta penyakit menular lainnya dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
[tim/hs]








