Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Dinas Ketahanan Pangan bersama Koordinator Bulog kepada Plt. Kepala Distrik Kurulu, Natalis Surabut, S.IP. Kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berlangsung di Kantor Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Wamena, Mediaprorakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menyalurkan bantuan sosial pangan kepada masyarakat Distrik Kurulu berupa lebih dari 23 ton beras dan 2.000 liter minyak goreng. Bantuan tersebut diserahkan di halaman Kantor Distrik Kurulu dan diterima oleh masyarakat dari 12 kampung, Senin (15/6/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya, Perum Bulog, Pemerintah Distrik Kurulu, para kepala kampung, tokoh masyarakat, serta ratusan warga penerima manfaat.
Bantuan pangan yang disalurkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada penyaluran sebelumnya masyarakat menerima sekitar 17 ton beras, maka pada tahun ini jumlah bantuan meningkat menjadi lebih dari 23 ton beras serta 2.000 liter minyak goreng.
Kepala Distrik Kurulu, Natalis Surabut, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, serta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang terus menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.
“Peningkatan jumlah bantuan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah menghadirkan bantuan pangan bagi warga Distrik Kurulu,” ujarnya.
Natalis menegaskan bahwa bantuan tersebut harus disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima di 12 kampung yang ada di Distrik Kurulu. Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak membuat masyarakat meninggalkan sumber pangan lokal yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi dan budaya masyarakat pegunungan.
Menurutnya, masyarakat perlu terus mengembangkan komoditas pangan lokal seperti petatas, keladi, sayuran lokal, serta berbagai hasil pertanian tradisional lainnya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Bantuan ini bersifat membantu kebutuhan masyarakat, namun kita juga harus memperkuat pangan lokal yang menjadi identitas dan sumber kehidupan masyarakat Kurulu. Ketahanan pangan yang kuat dimulai dari kemampuan masyarakat mengelola potensi pangan yang ada di kampungnya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Bulog, Singki Wibu, menegaskan bahwa bantuan pangan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Jangan melihat besar atau kecil jumlah yang diterima, tetapi manfaat yang dapat dirasakan oleh keluarga penerima. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan alokasi pemerintah untuk periode Februari–Maret 2026. Adapun keberlanjutan program bantuan berikutnya masih menunggu kebijakan dan arahan dari pemerintah pusat.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Distrik Kurulu. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus mengembangkan potensi pangan lokal sebagai fondasi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang.
[JS]








