Keerom, Mediaprorakyat.com – Masyarakat di wilayah perbatasan RI–PNG bergotong royong memperbaiki ruas jalan Amgotro-Semografi yang mengalami kerusakan parah dan belum mendapat penanganan dari pemerintah selama beberapa tahun terakhir.
Kegiatan perbaikan jalan secara swadaya tersebut dilaksanakan pada 8–10 Juni 2026 di Distrik Web dan Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua. Warga dari tiga kampung, yakni Semografi, Favenumbu, dan Tatakra, turun langsung melakukan pekerjaan secara manual pada titik jalan yang dianggap paling rawan.
Perbaikan dilakukan pada sekitar 50 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan berat. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kampung Yuruf, Amgotro, Semografi, Favenumbu, dan Tatakra.
Menurut narasumber, Teddy Koll, ruas jalan Yuruf-Amgotro-Semografi telah mengalami kerusakan sejak tahun 2023 hingga saat ini. Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses terhadap berbagai layanan dasar.
“Karena kondisi jalan yang semakin parah dan belum ada perbaikan, masyarakat berinisiatif bergotong royong memperbaiki jalan secara manual agar kendaraan masih bisa melintas,” ujar Teddy Koll kepada wartawan Mediaprorakyat.com, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat dukungan dari para kepala kampung, tokoh masyarakat, dan kepala suku yang turut mengoordinasikan warga selama proses pekerjaan berlangsung.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Keerom dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan. Pasalnya, ruas jalan Amgotro-Semografi merupakan jalur penting yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di sejumlah kampung.
Masyarakat menilai perbaikan jalan sangat mendesak mengingat akses tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung antarkampung yang digunakan setiap hari untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan pokok, serta mendukung aktivitas pendidikan dan kesehatan.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Keerom saat ini dipimpin oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, bersama Wakil Bupati Drs. H. Daud, M.Si., untuk periode 2025–2030.
Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan penghubung antarkampung di wilayah perbatasan, dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ke depan.
[tim/hs]








