Bintuni, Mediaprorakyat.com — Kabar duka datang dari Tanah Papua. Perempuan inspiratif asal Papua Barat, Lince Idorway, S.H., M.M., dikabarkan meninggal dunia pada usia 63 tahun di RSU Stella Maris Makassar, Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Informasi duka tersebut beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp keluarga serta kerabat dekat.
Dalam salah satu unggahan di grup WhatsApp disebutkan, jenazah almarhumah direncanakan akan dipulangkan ke Manokwari pada hari yang sama untuk disemayamkan bersama keluarga besar.
Nama Lince Idorway bukan sosok asing di kalangan masyarakat Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. Almarhumah dikenal sebagai perempuan pekerja keras yang mendedikasikan hidupnya bagi pemberdayaan masyarakat dan perempuan Papua.
Pada 1 Februari 2018, sosoknya pernah dimuat di media nasional dengan judul “Lince Idorway, Perempuan Hebat dari Papua”. Dalam tulisan tersebut, Lince digambarkan sebagai perempuan penuh kreativitas dan semangat juang tinggi dalam mengembangkan potensi lokal Papua, khususnya produk olahan buah merah.
Lahir di Manokwari pada 3 Februari 1963, Lince mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintah di Kabupaten Teluk Bintuni. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Teluk Bintuni serta dipercaya menduduki berbagai posisi strategis sejak awal tahun 2000-an.
Melalui tangan dinginnya, buah merah Papua berhasil dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan seperti minyak buah merah, sabun, sampo, hand body lotion, kopi buah merah, sambal, saus, hingga produk kesehatan lainnya. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di kampung-kampung Papua Barat.
Selain dikenal sebagai inovator buah merah, Lince Idorway juga aktif sebagai pelatih dana desa dan penggerak komunitas kreatif lokal di Kabupaten Teluk Bintuni. Dedikasi dan pengabdiannya menjadikan dirinya sosok inspiratif bagi banyak perempuan Papua.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh daerah, sahabat, hingga kerabat yang mengenal almarhumah sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan penuh perhatian terhadap masyarakat kecil.
Selamat jalan, perempuan hebat dari Tanah Papua. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang dan menjadi motivasi bagi kaum perempuan Papua untuk terus berkarya dan mengabdi bagi masyarakat.
[hs]








