Bintuni, Mediaprorakyat.com — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan yang adil dan inklusif di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Hal tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Teluk Bintuni yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, SP 2, Kampung Korano Jaya, Distrik Manimeri, Jumat (29/5/2026), melalui kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Setibanya di Teluk Bintuni, Mendikdasmen Abdul Mu’ti terlebih dahulu meninjau pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) YPPK Santo Fransiskus di Kampung Muturi, Distrik Manimeri, sebagai bagian dari penguatan program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Momentum tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemerataan kualitas pendidikan. Kolaborasi itu diwujudkan melalui dukungan pendanaan APBN dan APBD, peresmian fasilitas pendidikan, serta implementasi program prioritas pendidikan nasional.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menilai program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga mempertegas komitmen pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah timur Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 10 satuan pendidikan penerima bantuan Tahun Anggaran 2025 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Sekolah penerima revitalisasi tersebut meliputi:
• TK Pertiwi Barma Baru
• SMP Satu Atap Meyerga
• SD Negeri 1 Bintuni Timur
• SMP Negeri 2 Aranday
• SD Negeri 3 Manimeri
• SMP Negeri Jagiro
• SD Negeri Terpadu Bintuni
• SMP Harmoni School Terpadu
• SMP Negeri 2 Manimeri
• SMA Negeri Babo
Selain itu, dilakukan pula penyerahan mock-up kepada perwakilan calon penerima revitalisasi Tahun 2026 sebanyak 25 satuan pendidikan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perwakilan sekolah penerima antara lain TK Pertiwi Taroy, SMP Negeri Taroy, SD Negeri Babo, dan SMA Negeri Saengga.
Program revitalisasi tersebut didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) peruntukan dan anggaran revitalisasi dari APBN Tahun Anggaran 2025. Sumber pendanaan yang sama juga dialokasikan untuk 25 satuan pendidikan penerima revitalisasi Tahun 2026 di wilayah Teluk Bintuni.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung terwujudnya Asta Cita dan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Revitalisasi dan digitalisasi ini adalah program prioritas Bapak Presiden yang merupakan bagian dari arahan beliau untuk mewujudkan Asta Cita keempat dan amanat konstitusi agar seluruh masyarakat mendapatkan pendidikan yang bermutu,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan berkualitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Karena itu, pemerintah memiliki visi menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Salah satu penentu pendidikan bermutu adalah sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai,” katanya.
Menurutnya, revitalisasi sekolah bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, nyaman, dan indah agar sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi para siswa.
“Sekolah yang aman bukan hanya bangunannya tidak rusak, tetapi juga memiliki lingkungan yang nyaman, bersih, tertata, dan harmonis. Sekolah harus menjadi tempat anak-anak belajar hidup dalam keberagaman dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen terus berupaya memperkuat ekosistem pendidikan melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, masyarakat, media, dan pemerintah daerah.
“Kami juga berupaya melalui Permendikdasmen Nomor 06 Tahun 2026 membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, agar anak-anak dari berbagai suku, agama, dan latar belakang sosial dapat tumbuh menjadi generasi Indonesia yang kuat,” ujarnya.
Pada Tahun Anggaran 2025, program revitalisasi pendidikan di Teluk Bintuni menjangkau 10 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp17,5 miliar. Sementara pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 25 satuan pendidikan akan menerima anggaran revitalisasi sekitar Rp20,7 miliar.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan sendiri berfokus pada pemerataan kualitas pendidikan melalui revitalisasi infrastruktur sekolah secara masif, mulai dari pembangunan gedung baru, perbaikan ruang kelas, hingga peningkatan fasilitas sanitasi di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
[hs]








