Home / Berita / Bisnis & Ekonomi / Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:46 WIT

Kopi Lokal Papua Pegunungan Bersinar, EcoNusa Dorong Petani Tembus Pasar Dunia

Tim asesmen EcoNusa saat melakukan survei lokasi kebun kopi dan kunjungan ke Cafe Lani Mende Kopi.
(Foto: Julianus Surabut/MPR)

Tim asesmen EcoNusa saat melakukan survei lokasi kebun kopi dan kunjungan ke Cafe Lani Mende Kopi. (Foto: Julianus Surabut/MPR)

Wamena, Mediaprorakyat.com – Tim asesmen dari EcoNusa bersama Komunitas Nyaiwerek Kembangkan Potensi Jayawijaya melakukan survei dan asesmen pengembangan potensi kopi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan asesmen dilakukan di lima titik sentra kopi, yakni Musafak, Waga-Waga, Walelagama, Kimbim/Piramid, dan Jagara. Dari hasil survei sementara, di setiap titik ditemukan sekitar 10 hingga 17 kelompok tani kopi yang aktif mengembangkan kopi lokal. Program serupa juga direncanakan akan dilanjutkan di Kabupaten Lanny Jaya.

Asesmen ini bertujuan memetakan potensi kopi lokal, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis komoditas kopi di wilayah Papua Pegunungan.

Sekretaris Komunitas Nyaiwerek Kembangkan Potensi Jayawijaya, Kedizon Kogoya, mengapresiasi kehadiran tim EcoNusa yang turun langsung melihat kondisi petani kopi di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman EcoNusa yang hadir di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, untuk melihat langsung potensi kopi masyarakat,” ujar Kedizon.

Menurutnya, selama ini berbagai organisasi dan komunitas lokal telah banyak berdiskusi mengenai pengembangan potensi daerah, termasuk pemetaan wilayah adat dan penguatan ekonomi masyarakat. Namun, tantangan terbesar masih berada pada pengelolaan dan pengembangan pascapanen kopi.

Ia menjelaskan bahwa petani kopi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana produksi, alat pengolahan kopi, hingga pemasaran hasil panen.

“Kami akan mencoba melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bappeda maupun bupati terkait pengadaan alat seperti mesin babat, mesin pengupas kulit kopi, dan mesin penggiling kopi,” katanya.

Selain itu, Komunitas Nyaiwerek berharap adanya kolaborasi bersama EcoNusa dalam memperkuat pendampingan kepada petani kopi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masalah yang dihadapi petani kopi adalah masalah bersama. Karena itu perlu kerja sama antara komunitas, NGO, dan pemerintah agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari kopi,” tambahnya.

Kedizon juga mengungkapkan bahwa salah satu kebutuhan penting masyarakat adalah pembangunan gudang atau tempat penampungan kopi di setiap titik produksi. Menurutnya, keberadaan gudang akan membantu petani menyimpan hasil panen dalam jumlah besar sehingga tidak dijual secara eceran dengan harga rendah.

Ia berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar petani tetap semangat memproduksi kopi berkualitas, meskipun harga pasar sering berubah akibat permainan tengkulak musiman.

“Produksi kopi menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat untuk mengurangi ketergantungan kepada pemerintah kampung maupun eksploitasi hutan. Melalui pengembangan ekonomi kopi, masyarakat bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Asesmen EcoNusa, Yemina, menjelaskan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kopi lokal di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya.

“Kami sudah beberapa hari turun langsung ke lokasi kebun kopi di beberapa distrik di Jayawijaya. Respons masyarakat sangat luar biasa dan kami melihat potensi kopi di daerah ini sangat besar,” kata Yemina.

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa kendala utama yang ditemukan di lapangan adalah persoalan pascapanen, seperti fasilitas pengeringan kopi, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga ketidakstabilan harga pasar.

“Kalau masyarakat memiliki sarana-prasarana yang memadai dan akses pasar yang baik, kopi lokal Jayawijaya sebenarnya bisa dipasarkan hingga ke luar Papua bahkan ke luar negeri dalam jumlah besar,” jelasnya.

Menurut Yemina, kopi dari Jayawijaya sebelumnya juga telah memiliki pengalaman kerja sama dengan berbagai pembeli, termasuk perusahaan besar seperti Starbucks.

EcoNusa, lanjutnya, siap mendukung masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan pemasaran kopi. Namun, untuk kebutuhan alat produksi dan infrastruktur, tetap diperlukan dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

“Kami dari lembaga siap membantu dari sisi pelatihan dan pemasaran. Bahkan jika masyarakat terus berproduksi, kami siap membeli hasil kopi mereka dan mencari buyer nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ke depan akan dilakukan proses traceability atau penelusuran produk kopi guna memenuhi standar pasar internasional.

“Tujuan dari proses traceability adalah agar kopi dari Papua Pegunungan bisa masuk ke pasar internasional dengan standar yang jelas dan berkualitas,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, tim EcoNusa akan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas hasil survei dan menyusun langkah strategis pengembangan kopi di Papua Pegunungan.

 

 

[js]

Share :

Baca Juga

Personel Polres Teluk Bintuni memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba, bullying, pornografi, dan NAPZA kepada para siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk pelajar yang sehat, berprestasi, dan bebas dari pengaruh negatif. (Foto: Humas Polres Teluk Bintuni)

Berita

Polres Teluk Bintuni Edukasi Ratusan Siswa Baru tentang Bahaya Narkoba, Bullying, dan Pornografi
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana, bersama Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Papua Barat, Putu Murdiana, didampingi jajaran kedua instansi berfoto bersama usai audiensi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat, Jalan Merdeka No. 2, Manokwari, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan di Papua Barat dan Papua Barat Daya. (Foto: Istimewa)

Berita

Kanwil Pemasyarakatan Berkunjung ke Kantor Ombudsman RI Papua Barat, Amus Atkana: Audiensi Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
Pengawas SPBU CV Sinar Bintuni, Aripuddin (Aco), memberikan keterangan kepada wartawan terkait penerapan barcode MyPertamina sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi di SPBU Tisai, Teluk Bintuni. (Foto: MPR/Haiser Situmorang).

Berita

SPBU Tisai Mulai Terapkan Barcode MyPertamina untuk Pembelian BBM Subsidi, Kendaraan Bodong Tidak Dilayani
Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A., saat memberikan keterangan terkait pentingnya penegakan hukum terhadap praktik usaha ilegal di Papua Barat. (Foto: MPR/Haiser Situmorang)

Berita

Yohanes Akwan Soroti Lemahnya Pengawasan Usaha Ilegal di Papua Barat: “Negara Jangan Kalah dari Pelanggar!”
Keterangan Gambar: Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., dengan latar ilustrasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 Editor: Haiser Situmorang.

Berita

Polres Teluk Bintuni Turunkan 48 Personel Amankan Nobar Piala Dunia 2026, Kapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Keterangan Gambar: Suasana diskusi yang digelar Forum Komunikasi LSM (Foker LSM) Papua bersama perwakilan 12 LSM dan 9 organisasi non-pemerintah (NGO) di Pilamo Hotel. Foto memperlihatkan jalannya diskusi serta sesi foto bersama usai kegiatan.

Berita

Foker LSM Papua Gelar Diskusi Perdana di Wamena, Dorong Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Jayawijaya
Keterangan Foto: Bagan pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan disaksikan bersama dalam kegiatan Nonton Bareng Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni.

Berita

Piala Dunia 2026: Pemkab Teluk Bintuni Siapkan Nobar Empat Hari Berturut-turut, Siapa Jagoanmu?
Keterangan Gambar: Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menyuapi kue ulang tahun kepada Penjabat ( Pj) Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, Ir. I. B. Putu Suratna, M.M., dalam perayaan HUT ke-44 Bupati di kediamannya, Kampung Lama, Senin (13/7/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Berita

Momen HUT Ke-44, Bupati Teluk Bintuni Gelar Misa Syukur Bersama Keluarga dan Forkopimda