Home / Berita / Sosial Budaya

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIT

Anak Pedalaman Papua Berkarya Lewat Kerajinan Tanah Liat

Keterangan gambar:
Murid Sekolah Adat Walelagama menunjukkan miniatur Honai dari tanah liat hasil karya mereka, sebagai wujud kreativitas dan pelestarian budaya anak-anak pedalaman Papua. (Julianus/MPR)

Keterangan gambar: Murid Sekolah Adat Walelagama menunjukkan miniatur Honai dari tanah liat hasil karya mereka, sebagai wujud kreativitas dan pelestarian budaya anak-anak pedalaman Papua. (Julianus/MPR)

Wamena, Mediaprorakyat.com– Murid-murid Sekolah Adat Walelagama menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan membuat miniatur rumah adat Honai, asbak, meja, dan berbagai kerajinan lainnya menggunakan tanah liat di Kampung Walelagama, Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kearifan lokal yang bertujuan membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir positif anak-anak di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Ketua Yayasan Sekolah Adat Walelagama, Kalelageit Haluk, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di Kalu Simokak, Kampung Walelagama, sekitar pukul 16.20 WIT.

Menurutnya, para murid dengan penuh semangat membuat berbagai bentuk kerajinan dari tanah liat, seperti miniatur Honai, asbak, meja, dan bentuk-bentuk kreatif lainnya yang mencerminkan budaya lokal Papua.

“Kami melihat anak-anak ini memiliki talenta dan bakat alami yang luar biasa. Walaupun mereka hidup di daerah pedalaman dengan keterbatasan, namun mereka mampu menunjukkan kreativitas dan kecerdasan dalam berbagai hal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar murid berasal dari keluarga sederhana dengan pola hidup yang masih alami dan dekat dengan budaya tradisional. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk memiliki mimpi dan harapan besar bagi masa depan.

Menurut Kalelageit, nilai-nilai kearifan lokal telah tertanam kuat dalam kehidupan anak-anak sekolah adat sehingga membentuk karakter yang kreatif, mandiri, dan berpikir positif.

“Mereka berpikir lokal tetapi mampu bertindak cerdas dan kreatif. Bahkan, cara berpikir dan tindakan mereka kadang melampaui usia mereka sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan anak-anak dalam membuat kerajinan tradisional menjadi bukti bahwa generasi muda Papua mampu berkembang dan bersaing apabila terus dibimbing dan diarahkan dengan baik.

Selain itu, pihak sekolah juga berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas dan terus mendukung pendidikan berbasis budaya lokal.

“Kegiatan sederhana seperti membuat rumah dari tanah liat ini sebenarnya pernah kita alami dulu. Karena itu, kami ingin anak-anak tetap mengenal budaya dan jati diri mereka sendiri,” tutupnya.

[js]

Share :

Baca Juga

Sekretaris PWI Teluk Bintuni, Wawan Gunawan, S.H (istimewa)

Berita

Wartawan Tak Punya Desil Khusus, PWI: Data BPS Harus Akurat
Keterangan Gambar: Petugas Lindes Tomu saat mengisi BBM jenis solar ke dalam genset untuk kebutuhan operasional listrik desa. (Istimewa)

Berita

Agus Yusufi Klarifikasi Distribusi BBM untuk Lindes Tomu dan Sebyar
Ilustrasi: Voice note warga Sebyar yang viral di grup WhatsApp memicu sorotan terkait pemadaman listrik dan ketersediaan BBM untuk operasional pembangkit listrik di Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni. (istimewa).

Berita

Pemadaman Listrik Sebyar Disorot, Voice Note Warga Viral Pertanyakan Pasokan BBM

Berita

HUT ke-21 HIMPAUDI Teluk Bintuni, Kadis Dikbudpora: PAUD Fondasi Generasi Masa Depan

Berita

Sambut Satgas Yonif 147 di Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy dan Letkol Yan Doli Tekankan Pendekatan Humanis

Teluk Bintuni

Tim Bupati Teluk Bintuni Angkat Piala, Juara 1 Bupati Cup II 2026

Berita

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Jaringan Telkomsel Bintuni Ikut Mati, Konsumen Minta Penjelasan

Berita

Bukan Sekadar Cari Gelar! Bupati Tantang Mahasiswa ITB Jadi Generasi CANGGIH dan Pelopor Perubahan