Bintuni, Mediaprorakyat.com – Harapan puluhan mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni yang tengah menempuh pendidikan di Manokwari dan Bintuni akhirnya mendapat angin segar. Persoalan keterlambatan pencairan bantuan sosial (bansos) pendidikan yang sempat memicu aksi protes mahasiswa langsung direspons cepat oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM, Senin (11/5/2026).
Pantauan media ini, aksi yang dilakukan aliansi mahasiswa dari Universitas Papua (UNIPA) dan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) di Kantor Dinas Pendidikan Teluk Bintuni berlangsung tertib.
Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan kejelasan pencairan bansos pendidikan yang hingga kini belum diterima sebagian mahasiswa penerima.
Koordinator aksi, Yason Sioho yang juga Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa UNIPA asal Teluk Bintuni, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa untuk menunjang kebutuhan perkuliahan di tengah meningkatnya biaya hidup.
Sebagai bentuk kekecewaan, puluhan mahasiswa sempat melakukan pemalangan kantor sekitar pukul 13.00 WIT. Meski demikian, situasi tetap kondusif dan mendapat pengawalan personel Polres Teluk Bintuni.
Tak berselang lama, Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni turun langsung menemui para mahasiswa. Didampingi Kepala Bidang Keuangan Vincent Mesa dan staf penginputan data, Darius Susure, Dr. Henry membuka ruang dialog secara terbuka.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, ia menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan bansos bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan adanya kendala administratif seperti kesalahan penginputan data dan ketidaksesuaian nomor rekening mahasiswa penerima.
“Sebagian dana bansos sebenarnya sudah diproses. Namun terdapat kendala administrasi seperti kesalahan nomor rekening dan data yang belum lengkap, sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu,” jelasnya di hadapan mahasiswa.
Penjelasan tersebut diterima baik oleh para mahasiswa. Setelah mendengar klarifikasi secara langsung, mereka membuka kembali palang kantor sehingga aktivitas pelayanan di Dinas Pendidikan kembali berjalan normal.

Dr. Henry meminta seluruh mahasiswa penerima bantuan segera memastikan kelengkapan data masing-masing. Bagi yang belum terdaftar atau datanya belum lengkap, diminta segera melengkapi persyaratan agar proses dapat diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk terus memperjuangkan hak-hak mahasiswa.
“Kami berharap mahasiswa tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan pihak dinas agar seluruh proses administrasi ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Bagi para mahasiswa, bansos pendidikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan penopang keberlangsungan studi dan harapan masa depan.
Aliansi mahasiswa UNIPA Manokwari dan UNIMUTU Teluk Bintuni menegaskan akan terus mengawal proses pencairan hingga seluruh mahasiswa penerima memperoleh hak mereka.
“Pendidikan adalah harga mati bagi masa depan generasi Teluk Bintuni dan kemajuan Tanah Sisar Matiti,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Aksi yang berlangsung sekitar 20 menit itu menjadi bukti bahwa dialog terbuka mampu menghadirkan solusi. Di balik dinamika yang terjadi, pemerintah dan mahasiswa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi Teluk Bintuni yang lebih baik.
[hs]








