Bintuni, Mediaprorakyat.com – Personel Piket Fungsi Polres Teluk Bintuni bersama Polsek Bintuni melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas penemuan jenazah seorang pria di tepian Kali Tumagar, KM 4 Kampung Wesiri, Distrik Bintuni Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Minggu (10/05/2026).
Korban diketahui berinisial MAN (78), warga Kampung Wesiri yang sehari-hari bekerja sebagai petani/pekebun. Berdasarkan data identitas, korban lahir di Malang pada 10 Oktober 1947 dan dikenal warga sekitar dengan panggilan U alias Pade Man.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Bobby Rahman, S.Tr.K., S.IK membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau korban meninggal karena sebab lain,” ujar AKP Bobby Rahman.
Ditemukan Saat Berburu
Berdasarkan keterangan saksi Melvin Iba, jenazah korban sebenarnya pertama kali ditemukan pada Selasa (05/05/2026) sekitar pukul 02.00 WIT saat ia bersama beberapa rekannya sedang berburu di kawasan hutan sekitar lokasi.
Namun, laporan resmi baru diterima pihak kepolisian dari keluarga korban pada Sabtu (09/05/2026) malam di Mapolsek Bintuni.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang dipimpin Pawas AKP Akbar Kubiari bersama Ipda Samuel Wamea dan personel lintas fungsi langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan kepolisian.
Kondisi Jenazah Membusuk
Hasil olah TKP menunjukkan korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan sebagian tubuh terendam air. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos merah lengan pendek dan celana pendek bermotif hitam-putih.
Kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan menyeluruh.
Polisi juga mencatat pakaian korban masih dalam kondisi utuh tanpa sobekan ataupun kerusakan yang mengindikasikan adanya perlawanan fisik.
Selain itu, di sekitar lokasi tidak ditemukan pohon tumbang, tali, maupun benda lain yang dapat mengarah pada dugaan kecelakaan tertimpa pohon ataupun bunuh diri.
Diduga Meninggal Sekitar 15 Hari
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau visum awal di RSUD Teluk Bintuni, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum ditemukan.
Meski demikian, kondisi jenazah yang telah membusuk total membuat tim medis belum dapat memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti fisik dan keterangan saksi serta keluarga. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Teluk Bintuni untuk proses visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian,” jelas AKP Bobby.
Seluruh proses evakuasi dan olah TKP berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.
[rls/hs]








