Karimun , Mediaprorakyat.com – bp bersama para kontraktornya mencatat tonggak penting dalam pengembangan Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) setelah menyelesaikan fabrikasi jacket pertama yang siap diberangkatkan menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Jacket tersebut merupakan konstruksi lepas pantai pertama dari total empat unit yang akan dipasang guna mendukung pengembangan proyek Tangguh UCC. Struktur raksasa dengan berat mencapai 994 metrik ton itu berhasil dimuat secara aman ke atas tongkang pengangkut di Saipem Karimun Yard, Indonesia.
Selanjutnya, jacket akan menempuh perjalanan laut sejauh sekitar 5.800 kilometer dari Tanjung Karimun menuju Papua Barat sebelum dipasang di lokasi proyek.
Proses fabrikasi jacket melibatkan sekitar 357.600 jam kerja dan dikerjakan sepenuhnya di Indonesia oleh tenaga kerja nasional. Pencapaian ini dinilai menjadi bukti komitmen bp dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
Regional President Asia Pacific bp, Kathy Wu, mengatakan proyek tersebut menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam industri energi global.
“Jacket ini dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kuat bp terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia,” ujar Kathy Wu di Kepulauan Riau, Jumat (8/5/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas, atas dukungan terhadap pengembangan proyek strategis tersebut.
Menurut Kathy, selama lebih dari 60 tahun beroperasi di Indonesia, bp terus membangun kemitraan strategis guna mendukung kebutuhan energi nasional maupun kawasan Asia.
Proyek Tangguh UCC sendiri memiliki komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 45 persen. Sejumlah pekerjaan utama proyek dilakukan di Indonesia, mulai dari fabrikasi jacket dan topside di Karimun, pelapisan pipa di Jawa Timur, hingga pembangunan modul fasilitas darat di Batam dan Bintan.
Selain itu, berbagai komponen penting seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin juga dipasok oleh produsen dalam negeri.
Acara pelepasan jacket tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh pekerja bp, kontraktor, mitra, dan para pemangku kepentingan yang telah mendukung keberhasilan tahapan proyek ini.
Tangguh UCC merupakan proyek pengembangan lapangan gas Ubadari yang dikombinasikan dengan teknologi Carbon Capture, Utilisation and Storage (CCUS) serta fasilitas kompresi darat. Proyek ini juga menjadi proyek CCUS skala besar pertama di Indonesia.
Pada tahap awal pengembangannya, proyek tersebut diperkirakan mampu menyimpan sekitar 15 juta ton emisi CO₂ dari operasi Tangguh LNG serta menghasilkan tambahan sekitar 3 triliun kaki kubik sumber daya gas guna mendukung kebutuhan energi jangka panjang Indonesia dan Asia.
[hs]








