Bintuni, Mediaprorakyat.com – Lembaga Masyarakat Adat Suku Besar Sebyar resmi menggelar pelantikan pengurus dan rapat kerja periode 2026–2031 di Gedung Women and Child Center (WCC) Bintuni, Kamis (07/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Nilai SERASI, Kita Perkuat Peran LMA Suku Besar Sebyar Dalam Menjaga Adat dan Martabat.”
Pelantikan itu dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Siors Albert Ortisan Marini, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Teluk Bintuni Jane M. Fimbay, Kepala Biro Hukum Provinsi Papua Barat Yonas Rumfabe, Ketua MRP Papua Barat yang diwakili Abdul Samad Bauw, anggota DPRK Teluk Bintuni, unsur Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pelantikan tersebut, Nuh Inai resmi dilantik sebagai Ketua LMA Suku Besar Sebyar periode 2026–2031. Ia akan didampingi Yohanis Bauw sebagai Wakil Ketua I, Al Jamid Kaitam sebagai Wakil Ketua II, dan Hendrikus Sorowat sebagai Wakil Ketua III.
Sementara itu, jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Yunus Efun bersama Wakil Sekretaris M. Sabda Nawarisa dan Rustam Kambori. Posisi Bendahara dijabat Drs. Nasar Hindom dengan didampingi Basri Nabi dan Habibun Kosepa sebagai wakil bendahara.
Ketua panitia pelaksana, Yunus Efun, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, manajemen BP LNG Tangguh, serta seluruh masyarakat Suku Besar Sebyar.
“Dengan ditetapkannya pengurus baru periode 2026–2031, maka secara sah dan legitimasi wadah lembaga adat masyarakat Suku Besar Sebyar telah terbentuk untuk melanjutkan perjuangan masyarakat adat,” ujarnya.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Jane M. Fimbay mengatakan bahwa LMA memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga nilai budaya, adat istiadat, dan hak-hak masyarakat adat.
“LMA adalah penjaga nilai, pelindung tradisi, dan penyangga jati diri Suku Besar Sebyar di tengah derasnya arus perubahan zaman dan globalisasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial, melindungi hak ulayat masyarakat adat, serta menjadi mitra pemerintah dalam merencanakan pembangunan yang berpihak pada aspirasi dan kearifan lokal.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan peran LMA Suku Besar Sebyar dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat melalui sambutan yang dibacakan Siors Albert Ortisan Marini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan rapat kerja tersebut.
Menurutnya, pelantikan pengurus LMA menjadi wujud nyata komitmen masyarakat adat dalam memperkuat kelembagaan adat sebagai pilar penting pembangunan daerah.
“Jadikan lembaga adat ini sebagai rumah besar yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat juga berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan masyarakat adat, termasuk perlindungan hak ulayat, pelestarian budaya, peningkatan ekonomi masyarakat adat, dan penguatan sumber daya manusia generasi muda Suku Besar Sebyar.
Melalui rapat kerja yang digelar, diharapkan lahir program-program kerja yang konkret dan berpihak kepada kepentingan masyarakat adat demi kemajuan Suku Besar Sebyar dan Papua Barat secara umum.
[hs]








