Bintuni, Mediaprorakyat.com – Pemerintah Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, mengungkapkan adanya penurunan signifikan anggaran dana kampung pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kampung Banjar Ausoy, Sudirman, melalui Sekretaris Kampung Banjar Ausoy, Agus Nurudin, mengatakan bahwa meski dana kampung tetap disalurkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan alokasi yang diterima tahun ini jauh berkurang.
“Dana tetap diberikan, tetapi kami masih terdampak kebijakan dari pusat. Pada tahun 2025 lalu, dana dari pemerintah pusat mencapai Rp1,2 miliar, ditambah alokasi dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sebesar Rp1,3 miliar,” ujar Agus Nurudin, saat di temui wartawan di Kantor Kampung Banjar Ausoy, Senin (4/5/2026)
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Kampung Banjar Ausoy hanya menerima dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp 373 juta, sementara alokasi dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sebesar Rp 600 juta.
Menurut Agus, penurunan anggaran tersebut cukup berdampak terhadap perencanaan pembangunan kampung. Pemerintah kampung kini harus lebih cermat dan selektif dalam menyusun program prioritas agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terakomodasi.
“Dengan anggaran yang menurun cukup jauh, kami harus benar-benar berpikir matang dalam menyusun program pembangunan. Semua harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang terbatas akibat kebijakan efisiensi,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah kampung berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar pembangunan di tingkat kampung tetap berjalan optimal, khususnya untuk program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Kampung Banjar Ausoy tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan secara efektif dan transparan demi kemajuan kampung serta kesejahteraan masyarakat.
Agus juga mengakui keberadaan BUMDes Ausoy Mandiri menjadi penopang tambahan bagi roda pemerintahan kampung. Meski keuntungan yang diperoleh belum terlalu besar, hasil usaha BUMDes tersebut cukup membantu menopang kebutuhan anggaran operasional pemerintahan Kampung Banjar Ausoy.
“Syukurlah ada BUMDes Ausoy Mandiri. Walaupun keuntungannya belum besar, hasilnya tetap sangat membantu dalam mendukung jalannya pemerintahan kampung,” pungkasnya.
[hs]








