Bintuni, Mediaprorakyat.com — Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dengan fokus pada pengembangan sektor pertanian dan perikanan di wilayah Sumuri, Babo, dan sekitarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Balai Rekayasa Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat di Manokwari guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian masyarakat di wilayah terdampak operasional perusahaan.
Hal itu disampaikan Manajer Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Bintuni, Hendy Sahetapy, didampingi Tim Leader Management Development, Wahyu Rumagesang, usai kegiatan penyerahan simbolis kompensasi pemanfaatan tanah ulayat masyarakat adat Suku Sumuri di Gedung Sasana Karya, Kompleks Kantor Bupati Teluk Bintuni, Rabu (29/04/2026).
Menurut Hendy, kerja sama tersebut diawali dengan survei kebutuhan pertanian di wilayah Sumuri dan Babo. Selanjutnya, BRMP Papua Barat akan melakukan pendampingan langsung kepada petani, mulai dari proses penanaman hingga panen, termasuk menentukan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kerja sama ini diawali dengan survei kebutuhan pertanian di wilayah Sumuri dan Babo. Selanjutnya, BRMP akan melakukan pendampingan langsung kepada petani, mulai dari proses penanaman hingga panen, termasuk menentukan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Hendy.
Ia menjelaskan, program ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan fokus pengembangan di wilayah Sumuri dan Babo yang dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya kawasan transmigrasi yang telah memiliki pengalaman bertani.
Tak hanya sektor pertanian, Genting Oil Kasuri juga mendorong pengembangan sektor perikanan serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Potensi hasil laut seperti kepiting, udang, dan ikan di wilayah Babo akan dioptimalkan, sementara wilayah Sumuri difokuskan pada pengembangan komoditas sayur dan buah-buahan.
“Kami juga akan membina koperasi dan BUMDes agar mampu mengelola hasil produksi masyarakat. Nantinya, hasil tersebut akan diserap untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan, termasuk kebutuhan katering di area proyek,” jelasnya.
Sementara itu, Wahyu Rumagesang menambahkan bahwa kerja sama dengan BRMP merupakan bagian dari upaya pemetaan potensi komoditas unggulan di setiap wilayah.
Menurutnya, pendekatan berbasis potensi lokal diharapkan mampu menghasilkan produk pertanian dan perikanan yang berkualitas serta berdaya saing di pasar.
“Petani akan mendapatkan pelatihan, termasuk penyediaan sarana produksi, sehingga mampu menghasilkan produk sesuai standar pasar,” ungkap Wahyu.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung agar program yang dijalankan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.
Pengembangan wilayah ini akan mengacu pada konsep kawasan agropolitan dan minapolitan yang telah tertuang dalam rencana pembangunan daerah, dengan prioritas pada 16 kampung di tiga distrik terdampak operasional perusahaan.
“Jika kebutuhan belum terpenuhi, wilayah lain di Kabupaten Teluk Bintuni akan menjadi penyangga. Namun, masyarakat di ring satu tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Menanggapi harapan Anggota DPR RI Komisi XII, Alfons Manibui, terkait perhatian terhadap petani lokal, Hendy menegaskan bahwa hal tersebut telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan sejak awal.
Ia menyebutkan, program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sejak 2023 kini terus diperkuat seiring masuknya proyek ke fase konstruksi.
“Dengan pendampingan dari BRMP, kami berharap kualitas hasil pertanian masyarakat meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar internal perusahaan,” pungkasnya.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Teluk Bintuni.
[tim/hs]








