Bintuni, Mediaprorakyat.com – Pengurus Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Provinsi Papua Barat melalui Ketua DPD GSBI Papua Barat, Yohanes Akwan, S.H., M.A.P., C.LA, mengklarifikasi beredarnya selebaran anonim di media sosial yang mengatasnamakan aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di Teluk Bintuni.

Yohanes Akwan menegaskan bahwa selebaran tersebut bukan berasal dari GSBI. Ia menjelaskan, setiap seruan aksi resmi dari GSBI selalu disertai identitas dan logo organisasi yang jelas.
“GSBI kalau mau melakukan aksi, selebarannya pasti ada logo GSBI. Jadi selebaran yang beredar itu bukan dari GSBI,” tegas Akwan, Selasa (21/4/2026).
Ia mengakui, keberadaan GSBI di Teluk Bintuni masih ada, meskipun saat ini aktivitas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sedang vakum. Meski demikian, koordinasi terkait isu-isu ketenagakerjaan tetap berjalan.
“Di Teluk Bintuni GSBI tetap ada, walaupun saat ini memang vakum di tingkat DPC. Kami tetap melakukan koordinasi terkait persoalan perburuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Akwan menyampaikan bahwa pada peringatan May Day tahun ini, GSBI Papua Barat tidak akan menggelar aksi demonstrasi. Meskipun GSBI pusat menyerukan aksi di berbagai daerah, pihaknya memilih untuk tidak melaksanakan aksi di wilayah Papua Barat.
“Pergerakan aksi May Day di Papua Barat tidak dilakukan. Namun, kami tetap mendukung perjuangan buruh meskipun tanpa aksi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akwan juga mengingatkan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Papua Barat secara umum agar tetap memperhatikan serta memenuhi hak-hak buruh sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya buruh dan pencari kerja (pencaker), untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Ia menyinggung langkah Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, yang sebelumnya telah menyampaikan persoalan ketenagakerjaan kepada pemerintah pusat dalam rapat kerja bersama Komisi II DPD RI.
“Kita harus mendukung Bapak Bupati. Beliau sudah berupaya hingga ke pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, apalagi di daerah dengan proyek strategis nasional seperti BP Tangguh dan Genting Oil,” ujarnya.
Sebagai Direktur YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pendampingan hukum kepada para buruh yang membutuhkan.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat Teluk Bintuni, khususnya kalangan buruh, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat, khususnya buruh, jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dilempar pihak tidak bertanggung jawab,” tutupnya.








