Wamena, Mediaprorakyat.com– Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos, bersama staf melakukan tinjauan sekaligus pengukuran lokasi pembangunan gerai koperasi desa di Kampung Yumosimo, Distrik Magangku, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Sabtu (11/4/2026)
Kunjungan tersebut disambut antusias oleh pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat yang mendukung penuh rencana pembangunan gerai koperasi sebagai upaya penguatan ekonomi lokal.
Perwakilan Tokoh adat, Bapa Simon Wantik, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan musyawarah kampung dan mencapai kesepakatan bersama terkait lokasi pembangunan gerai koperasi.
“Kami sudah melakukan musyawarah bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat. Program ini dinilai akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi di wilayah kami, sehingga kami sepakat menyediakan lahan dan melakukan pembersihan lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyiapkan lahan pembangunan gerai koperasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gerai koperasi desa merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kampung, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Gerai koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, membuka peluang kerja, serta mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan ekonomi di kampung,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk pemerintah kampung dan tokoh masyarakat, agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa dipengaruhi isu-isu yang tidak benar.
Selain itu, pihaknya menyebut bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 16 titik lokasi pembangunan gerai koperasi yang sedang diproses di Kabupaten Jayawijaya, dengan sebagian besar telah menyelesaikan dokumen penyerahan lahan dari masyarakat kepada pemerintah kampung.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala di lapangan, seperti persoalan internal keluarga di sejumlah titik lokasi. Meski begitu, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi guna menyelesaikan persoalan tersebut secara baik.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan kepala distrik dan kepala kampung agar setiap kendala dapat diselesaikan. Ke depan, kami juga akan melakukan sosialisasi terkait pembentukan pengurus koperasi dan pengelolaan aset, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang jelas,” tambahnya.
Pemerintah berharap kehadiran gerai koperasi desa ini dapat menjadi aset bersama yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat kampung.
[js]








