Home / Berita / Peristiwa / Teluk Bintuni

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:00 WIT

Lima Bulan Bertahan di Hutan, 21 Warga Moskona Akhirnya Tiba Selamat di Bintuni

Foto bersama: tampak Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, S.IP, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Teluk Bintuni, Keliopas Klasjok, dan Kapolsek Merdey Iptu Herman Samberi saat menjemput para pengungsi Moskona Utara Jauh di Pelabuhan Bintuni. (Foto: Haiser Situmorang)

Foto bersama: tampak Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, S.IP, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Teluk Bintuni, Keliopas Klasjok, dan Kapolsek Merdey Iptu Herman Samberi saat menjemput para pengungsi Moskona Utara Jauh di Pelabuhan Bintuni. (Foto: Haiser Situmorang)

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Sejumlah warga dari Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, dilaporkan mengungsi ke Kota Bintuni akibat gangguan keamanan di wilayah mereka.

Pengungsian ini terjadi setelah insiden penembakan terhadap seorang prajurit TNI AD pada 11 Oktober 2025 di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara. Peristiwa tersebut diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB, sehingga menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Berdasarkan data di lapangan, para pengungsi terdiri dari beberapa kepala keluarga, di antaranya keluarga Matias Syama, Maikel Syama, Yance Syama, serta Felix Fatemyo beserta anggota keluarga mereka. Total terdapat 21 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Dalam upaya mencari tempat yang lebih aman, para warga menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat menuju wilayah Maybrat dan Sorong, sebelum melanjutkan perjalanan laut ke Bintuni.

Mereka bahkan bertahan hidup selama lima bulan di hutan sebelum akhirnya berhasil mencapai Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, dengan bantuan warga setempat dan pemerintah.

Rombongan pengungsi tiba di Pelabuhan Bintuni pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIT menggunakan kapal KM Fajar Indah II. Mereka dilaporkan tiba dalam kondisi selamat dan sehat.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, S.IP, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Teluk Bintuni, Keliopas Klasjok, turut menjemput para pengungsi dari Sorong.

Dalam keterangannya saat diwawancarai oleh sejumlah awak media , Markus Frasa menjelaskan bahwa insiden kontak tembak antara TPNPB dan aparat TNI-Polri di Kampung Moyeba memaksa warga meninggalkan kampung halaman.

“Akibat kejadian itu, masyarakat terpaksa mengungsi. Ada yang lari ke kota, dan ada juga yang masuk ke hutan untuk menyelamatkan diri,” ujarnya sebelum turun dari KM Fajar Indah II.

Kepala Distrik menambahkan, sebagian besar warga yang mengungsi akhirnya dijemput setelah bertahan selama lima bulan di hutan dan memutuskan berjalan kaki keluar wilayah.

“Mereka ( Warga Moskona Utara Jauh) sudah tidak bisa bertahan lagi di hutan, sehingga memaksakan diri berjalan kaki hingga tembus ke Kabupaten Maybrat,” jelasnya.

Sambung Markus, setibanya di Maybrat, para pengungsi mendapat bantuan dari pemerintah setempat, aparat keamanan, serta keluarga. Mereka kemudian diarahkan ke Kota Sorong dan sempat ditampung sementara sebelum akhirnya dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

“Atas perintah Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, kami bersama tim dari Kesbangpol menjemput mereka di Sorong dan memastikan mereka kembali ke Bintuni dalam kondisi sehat dan selamat,” tambah Markus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Tanpa bantuan pemerintah, kami tidak bisa membawa mereka kembali ke Bintuni,” katanya.

Kemudian, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Teluk Bintuni, Keliopas Klasjok, didampingi Kasubid Penanganan Konflik Yunis Menci, menjelaskan bahwa proses penjemputan dilakukan langsung di Sorong sesuai instruksi Bupati.

“Kami berangkat dari Sorong pukul 03.00 dan tiba di Bintuni sekitar pukul 17.00 WIT. Kami akan terus mengawal dan memantau para pengungsi yang sementara ditempatkan di kampung lama,” ungkapnya.

Salah satu pengungsi, Maikel Syama (25), menceritakan pengalaman selama berada di hutan.

“Saat kejadian, kami lari ke hutan dan tinggal di sana selama lima bulan. Kami makan seadanya seperti papeda yang kami olah di hutan. Akhirnya kami berjalan kaki sampai ke Maybrat,” tuturnya kepada wartawan setelah melaksanakan foto bersama.

Dari total 21 pengungsi yang berhasil dievakuasi, seluruhnya terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, dan dilaporkan dalam kondisi sehat.

Pemerintah daerah berharap situasi keamanan di wilayah Moskona segera pulih agar masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Terpisah, Nahkoda KM Fajar Indah II, Jhongris Mainsida, menyampaikan bahwa seluruh penumpang dalam pelayaran dari Pelabuhan Rakyat Babo ke Pelabuhan Bintuni, termasuk para pengungsi, mendapatkan pelayanan yang baik.

Turut hadir dalam penjemputan tersebut Kapolsek Merdey Polres Teluk Bintuni, Iptu Y. Herman Samberi, bersama anggota Polres Teluk Bintuni, komunitas intelijen, Markus Frasa, Keliopas Klasjok, serta Yunis Menci.

[hs]

Share :

Baca Juga

Berita

HUT ke-21 HIMPAUDI Teluk Bintuni, Kadis Dikbudpora: PAUD Fondasi Generasi Masa Depan

Berita

Sambut Satgas Yonif 147 di Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy dan Letkol Yan Doli Tekankan Pendekatan Humanis

Teluk Bintuni

Tim Bupati Teluk Bintuni Angkat Piala, Juara 1 Bupati Cup II 2026

Berita

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Jaringan Telkomsel Bintuni Ikut Mati, Konsumen Minta Penjelasan

Berita

Bukan Sekadar Cari Gelar! Bupati Tantang Mahasiswa ITB Jadi Generasi CANGGIH dan Pelopor Perubahan

Berita

Turlap ke LNG Tangguh, Kapolres Teluk Bintuni Pastikan Personel Maksimalkan Penanganan Karhutla

Berita

Bapenda Teluk Bintuni Bongkar Retribusi TKA: 15 Tahun Tak Ditagih, BP Tangguh Diminta Buka Data
Bupati Yohanis Manibuy Cek Kesiapan Posko Karhutla, Tim Disiapkan Bergerak ke Sumuri

Berita

Kemarau Panjang, Karhutla Mengintai: Bupati Yohanis Siapkan Tim Bergerak ke Sumuri