Home / Berita

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:04 WIT

Tak Ingin Membebani Orang Tua, Adolvina Matuan Berjuang Hingga Lulus Sarjana Hukum

Air Mata Seorang Anak Perempuan: Perjuangan Adolvina Matuan Raih Gelar Sarjana untuk Sang Mama.

Gambar: Adolvina Matuan saat mengikuti prosesi wisuda di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari. (Foto: Istimewa)

Air Mata Seorang Anak Perempuan: Perjuangan Adolvina Matuan Raih Gelar Sarjana untuk Sang Mama. Gambar: Adolvina Matuan saat mengikuti prosesi wisuda di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari. (Foto: Istimewa)

Manokwari, Mediaprorakyat.com – Di balik senyum bahagia saat menerima gelar Sarjana Hukum (S.H), tersimpan kisah perjuangan penuh haru dari seorang perempuan asal Kabupaten Jayawijaya, Adolvina Matuan.

Adolvina, yang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari sejak tahun 2020, harus melalui perjalanan panjang yang tidak mudah. Perjuangannya bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan, tetapi juga bertahan hidup di tengah berbagai keterbatasan.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/3/2026), Adolvina mengungkapkan bahwa setiap langkah pendidikannya dibayar dengan kerja keras dan pengorbanan. Ia memilih mandiri dan tidak ingin membebani orang tua di kampung.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya kuliah, ia melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari beternak babi, berjualan hasil kebun, hingga membuka kios kecil.

“Saya jalani semua itu supaya tidak membebani siapa pun. Itu komitmen saya sejak awal,” tuturnya.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku sempat berada di titik terendah dan hampir menyerah karena beratnya tekanan hidup yang dihadapi.

“Saya hampir putus kuliah. Banyak sekali tantangan. Semua saya lewati dengan air mata,” ungkapnya.

Di tengah keputusasaan itu, Adolvina kembali mengingat perjuangan sang ibu. Sosok mama menjadi sumber kekuatan utama yang membuatnya tetap bertahan dan bangkit.

Ia teringat bagaimana ibunya harus berjualan di bawah terik matahari demi membiayai pendidikan anaknya. Kenangan itu menjadi penguat tekadnya untuk terus melangkah.

“Saya pikir lagi, kalau saya tidak berhasil, pengorbanan mama itu mau dibayar dengan apa?” katanya.

Doa sang ibu menjadi kekuatan yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan hingga akhirnya mampu menyelesaikan studinya.

Kini, gelar Sarjana Hukum yang diraihnya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dipersembahkan untuk sang ibu, keluarga, dan semua perjuangan yang telah dilalui.

“Ini untuk mama, untuk keluarga. Saya ingin membahagiakan mereka,” ucapnya haru.

Kisah Adolvina Matuan menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Keteguhan hati, kerja keras, dan doa menjadi kunci utama dalam menembus segala rintangan hidup.

[js]

Share :

Baca Juga

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Kuasa Hukum Yanto Idorway Minta Penyidik Telusuri Rangkaian Perjalanan dan Komunikasi Para Saksi
Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A.

Berita

Tim Kuasa Hukum Minta Saksi Berkata Jujur untuk Ungkap Kematian Yanto Idoorway
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, drg. Alfons Manibuy, DESS, melakukan tendangan perdana sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Gawang Mini dan Bola Voli dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gaya Baru, RT 002/RW 004, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (7/8/2026). Turnamen yang digelar secara swadaya ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai ajang mempererat persaudaraan, semangat gotong royong, dan pembinaan atlet muda. (Istimewa)

Berita

Sambut HUT RI ke-81, Anggota DPR RI Buka Turnamen Olahraga di Teluk Bintuni
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, saat membuka secara resmi Pelatihan Aplikasi DAPODIK, Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD), serta Pelatihan Perencanaan dan Pelaporan Penggunaan Dana BOP Daerah dan BOS Pusat Tahun 2026 di Bintuni, Jumat (7/8/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel serta validitas data DAPODIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya visi Teluk Bintuni SERASI.

Berita

Henry Kapuangan: Dana BOS, BOP dan DAPODIK Jadi Kunci Wujudkan Teluk Bintuni SERASI
Foto bersama usai konferensi pers Masyarakat Adat Marga Esnam dan Marga Isbeined, Suku Moskona, bersama perwakilan Himpunan Pemuda Moskona (HIPMOS), Perkumpulan Panah Papua, akademisi, anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni setelah penyerahan dokumen usulan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Sekretariat HIPMOS, Kampung Lama, Bintuni, Jumat (7/8/2026). Foto: MPR/Haiser.

Berita

HIPMOS Kawal Pengakuan MHA Esnam-Isbeined
Keterangan gambar: Salah satu petugas SPPG Indayana Bintuni, menunjukkan kendaraan distribusi resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG Indayana Bintuni, Edha Sidabutar, S.Gz, menegaskan berbagai isu yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan penggunaan kendaraan distribusi untuk mengangkut sampah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Foto: Istimewa)

Berita

SPPG Indayana Bintuni: Isu di Medsos Tak Sesuai Fakta

Berita

Kodim 1806/Teluk Bintuni Terima Satu Unit Mobil Damkar dari Mabes TNI AD
Terduga pelaku berinisial SA (31) diamankan Tim URC Polres Teluk Bintuni di Mapolres Teluk Bintuni untuk menjalani proses penyidikan terkait dugaan pencurian uang tunai yang diduga berasal dari Dana Kampung Saengga. Wajah terduga disamarkan guna menghormati asas praduga tak bersalah. Dok. Polres Teluk Bintuni

Berita

Tim URC Polres Teluk Bintuni Ringkus Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Dana Kampung