Bintuni, Mediaprorakyat.com – Sumber air dari reservoir milik Balai Wilayah Sungai Papua Barat yang berlokasi di Jalan Raya Bintuni, Tanah Merah, Distrik Bintuni, diduga mengalami kebocoran hingga mengikis tebing di sekitarnya, Jumat (27/3/2026).
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pasalnya, air dari reservoir yang berada di ketinggian terlihat mengalir keluar dan mulai menggerus tanah hingga mendekati badan jalan beraspal. Situasi ini pun menjadi perbincangan warga setempat.
Sejumlah warga, khususnya pengguna jalan, mengaku cemas karena kondisi tersebut berpotensi memicu longsor jika tidak segera ditangani.
“Air sudah mengalir turun dan tanah mulai tergerus ke arah jalan. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa menyebabkan longsor,” ujar salah satu warga kepada wartawan.
Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, reservoir yang dibangun tersebut diketahui belum pernah difungsikan untuk melayani kebutuhan air masyarakat di Teluk Bintuni. Hingga saat ini, penyebab dugaan kebocoran belum diketahui secara pasti, apakah akibat kerusakan teknis atau faktor lain.
Masyarakat pun mendesak pihak Balai Wilayah Sungai Papua Barat untuk segera turun tangan melakukan penanganan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, imbauan kewaspadaan juga beredar di media sosial. Salah satu warga melalui akun Facebook mengingatkan para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
“Yang berkendaraan lewat di Gunung Mera dekat Taman Bintuni Bangkit tetap berhati-hati. Longsor dari atas gunung, sepertinya bak penampung air lagi bocor,” tulisnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air yang keluar dari area reservoir telah menggerus tanah hingga lumpur memasuki badan jalan. Kondisi ini semakin berbahaya karena berada tepat di tikungan, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi, terlebih pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Situasi diperparah dengan tingginya curah hujan di wilayah Teluk Bintuni dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas hujan yang tinggi dikhawatirkan dapat mempercepat erosi tanah serta meningkatkan risiko longsor di sekitar lokasi.
Warga berharap adanya respons cepat dari pihak terkait untuk memastikan sumber kebocoran serta segera melakukan perbaikan, agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi bencana yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum memperoleh konfirmasi dari Balai Wilayah Sungai Papua Barat terkait permasalahan tersebut. Masyarakat pun berharap agar kondisi ini segera ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. [hs]








