Bintuni, Mediaprorakyat.com – Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, menyampaikan perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di wilayah Korem 182/Jazira Onim.
Hal tersebut disampaikan Danrem kepada wartawan usai kegiatan buka puasa bersama di Makodim 1806/Teluk Bintuni, Kamis (12/03/2026).
Menurut Danrem, progres pembangunan KDMP di wilayah Jazirah Onim saat ini terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Untuk wilayah Fakfak, pembangunan telah mencapai sekitar 48 persen dengan lima titik pembangunan yang sedang berjalan.
“Saat ini progres tertinggi ada di Fakfak yang sudah mencapai 48 persen di lima titik pembangunan. Sementara di Kaimana sudah mencapai sekitar 46 persen,” ujar Danrem.
Ia menjelaskan bahwa wilayah lainnya juga sudah mulai bergerak dalam pembangunan KDMP. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan di lapangan, salah satunya terkait penyediaan lahan pembangunan.
“Memang ada beberapa kendala, termasuk mencari lahan. Namun alhamdulillah kemarin kami sudah menemukan titik temu setelah bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga pembangunan bisa mulai berjalan,” jelasnya.
Danrem berharap pembangunan KDMP di wilayah Jazirah Onim dapat terus dipercepat sehingga pada bulan Agustus mendatang dapat dilakukan peresmian secara nasional.
“Kita mohon doa dari semua pihak, semoga pada bulan Agustus nanti bisa diresmikan secara nasional sebanyak 30 ribu koperasi. Untuk wilayah Jazirah Onim kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan di wilayah Papua memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait perbedaan harga material dibandingkan dengan wilayah Jawa.
“Rekan-rekan harus memahami bahwa harga material di wilayah kita berbeda dengan di Jawa. Namun demikian, kita tetap berupaya mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan,” ungkap Danrem.
Program pembangunan KDMP ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang kembali digelorakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bogor yang dihadiri oleh para kepala daerah.
Danrem menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, kementerian terkait, pemerintah daerah, serta instansi pertanahan untuk menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.
“Dengan duduk bersama dan berkoordinasi, berbagai permasalahan yang ada dapat kita uraikan dan selesaikan. Alhamdulillah saat ini progresnya terus meningkat,” tutupnya. [hs]








