Bintuni, Mediaprorakyat.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyampaikan apresiasi atas peran panjang Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) dalam membangun pendidikan di Tanah Papua. Hal tersebut disampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) YPK ke-64 yang dilaksanakan melalui ibadah syukur di Gereja GKI Laharoi, Senin (9/3/2026).
Sambutan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, dibacakan oleh Asisten III Setda Teluk Bintuni, Yohanis R. Manobi.
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan rasa syukur atas perjalanan YPK yang telah memasuki usia 64 tahun pada 8 Maret. Perjalanan tersebut dinilai sebagai wujud pengabdian panjang gereja dalam membangun sumber daya manusia Papua melalui dunia pendidikan.
Menurut pemerintah daerah, selama puluhan tahun YPK telah menjadi bagian penting dalam sejarah pembangunan pendidikan di Tanah Papua. Sekolah-sekolah YPK tidak hanya mendidik siswa secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter, iman, serta moral generasi muda.
Perayaan HUT YPK tahun ini mengangkat tema “Kasih Kristus Menggerakkan Tubuh Kristus Terhadap Pendidikan yang Bermutu dan Menciptakan Sekolah YPK Berbudaya Lingkungan.”
Sementara subtema yang diangkat adalah “YPK Menciptakan Sekolah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Dalam Tahun Kepedulian Pelayanan 2026, kasih Kristus menjadi dasar pelayanan gereja yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama, khususnya terhadap masa depan anak-anak.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan alam ciptaan Tuhan.
Karena itu, konsep sekolah ramah anak dan ramah lingkungan dipandang sebagai langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan potensi setiap anak.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi anak-anak Papua, seperti keterbatasan akses pendidikan dan kondisi sosial yang kurang mendukung perkembangan mereka.
Oleh sebab itu, sekolah berbasis keagamaan seperti YPK dinilai memiliki peran strategis dalam membangun nilai-nilai kehidupan, menanamkan iman, serta membentuk karakter generasi muda.
Pemerintah menekankan bahwa pendidikan harus berlandaskan nilai iman, sebagaimana firman Tuhan yang mengajarkan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan dari kebijaksanaan.
Nilai tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun generasi muda Papua yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, gereja, daerah, dan bangsa.
Di akhir sambutannya, pemerintah berharap sekolah-sekolah YPK dapat melahirkan generasi Papua yang cemerlang dan mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, di mana anak-anak yang dididik hari ini diharapkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Ibadah syukur perayaan HUT YPK ke-64 dimulai pukul 09.26 WIT dan dipimpin oleh Pendeta GKI, Blandina Wiyai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan, Ketua PSW YPK Bintuni Daniel D. Sebaru, tokoh Gereja GKI Gustaf Manuputty dan Frangky Mobilala, serta Ketua Panitia Yuliana Batunan.
Selain itu, acara juga dihadiri para kepala sekolah, guru, siswa-siswi YPK di Tanah Papua, serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pelayanan pendidikan YPK di wilayah tersebut. [hs]








